Jurus Jitu !?, Kesaksian Edwin Hanibal Sebagai Saksi Meringankan Mustafa dari Jerat KPK

1504
Wakil Ketua DPW partai Nasdem , Edwin Hanibal di Gedung KPK Jakarta.

Jakarta, Inspirasi Post- Rangkaian Pemeriksaan dugaan kasus suap yang menerpa pihak eksekuti dan legislative di Kabupaten Lampung Tengah yang menyebabkan salah satu Calon Gubernur, Hi.Mustafa ” Kena Getah “, akibat memperjuangkan dana pinjaman kepada PT.SMI sebagai penunjang pembangunan Insfrastruktur tetapi dikarenakan permintaan dari Pihak DPRD ( Legislative , red ) meminta ” Cheesse ” jika ingin mendapat pesetujuan sebagai syarat pengajuan terpaksa berbuah pahit terkena Operasi Tangkap Tangan ” Lembaga Anti Rasuah ” KPK beberapa waktu lalu, perjalanan proses peradilan, kali ini, Giliran Wakil Ketua DPW Partai Nasdem Lampung Edwin Hannibal dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi yang meringankan bagi calon Gubernur yang berpasangan dengan Ahmad Jajuli pada nomor urut 04 ini.

 Seperti di ketahui , Pada Kamis (15/3), Edwin Hannibal  memenuhi panggilan KPK untuk menjadi Saksi yang Meringankan,

Edwin Hannibal, Wakil Ketua DPW Nasdem Propinsi Lampung saat di wawancarai oleh Wartawan mengatakan, 

pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai saksi untuk meringakan Mustafa dalam kasus dugaan suap PT SMI.

“Iya tadi diperiksa. Tapi sebagai saksi untuk meringankan kakak Mustafa,” ujar Edwin.

“Sebenarnya bukan diperiksa, hanya memberikan keterangan saja, kurang lebih sekitar tiga jam. Karena mulainya saja pukul 11.00 WIB,” terangnya.

Penyidik KPK sebanyak sembilan hingga 10 pertanyaan yang di ajukan kepada saya. Namun begitu, ada beberapa pertanyaan yang menyangkut masalah daftar riwayat hidup.

Edwin menjelaskan,

“Kurang lebih ada sembilan atau 10 pertanyaan, tapi ada beberapa yang menceritakan masalah riwayat hidupnya, tanggal lahir dan sebagainya. Baru pada poin ketiga saya mulai menceritakan masalah pencalonan. Mulai dari pendaftaran hingga penetapan,” jelas Edwin.

Sebenarnya sebelum masa penetapan,Edwin Hanibal sempat mengingatkan Calon Gubernur Mustafa,

BACA JUGA:  Konspirasi Jahat Terus Menyerang Mustafa , Akun Palsu " Mustafa " Minta Pulsa

” bahwa setelah ditetapkan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wajib cuti di luar tanggungan negara, jadi mulai fokus pada Pencalonan dan Istirahat dari urusan kedinasan ” urai politisi yang juga pernah menjadi komisioner KPU Lampung ini.

“Saya juga menceritakan, sebelum penetapan itu konsekuensinya sebagai pasangan calon harus meninggalkan fasilitasnya sebagai Bupati Lampung Tengah,” paparnya

Calon Gubernur , Mustafa dan Edwin Hanibal di sela sela acara bersama para kader militan Mustafa for Gubernur Beberapa Waktu Lalu sebelum ” OTT KPK ” .

Meskipun belum memberikan informasi secara detail , melihat dari senyum serta nada bicara yang terkesan santai dan penuh humor ringan , seperti nya ada ” Jawaban Kunci “, yang bisa meringankan Mustafa dari jerat hukuman OTT yang memang hanya faktor ,” terkena getah “.

Seperti diketahui, pada kasus OTT di Lampung Tengah, sebenarnya petugas KPK menangkap secara langsung Kepala dinas PU dan beberapa Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah yang menginisiasi terjadinya kasus suap tersebut dan Mustafa sendiri tidak ada dalam penangkapan OTT tersebut dikarenakan sedang berobat di Jakarta , pasca beberapa hari setelah acara resmi berkaitan dengan keikut sertaan nya menjadi konstestan Calon Gubernur Propinsi Lampung, atas dasar ingin memberikan keterangan yang sebenarnya maka berangkatlag Politikus muda berpotensi dari Propinsi Lampung itu menuju gedung KPK , tetapi memang sedang ” Kena Getah ” akhirnya Bupati Muda ini ikut terseret arus kejahatan teroganisir ini. ( Tim / Dbs / Dha )