Jika Terbukti Memberikan ‘ Keterngan Palsu ‘ Ancaman 7 Tahun Penjara Menanti

156

Kota Metro – Merasa janggal dengan klausul gugatan yang ‘Disasarkan’ penggugat seperti tercantum pada no perkara 0273/Pdt.D/2020/PA.Mt , Indra Handoyo sebagai tergugat akhirnya mengajukan Eksepsi dan Jawaban atas gugatan tersebut. Hal itu terkuak pada sidang Pengadilan Agama Kota Metro 18 / 05 Siang tadi.

 

Tergugat melakukan keberatan atas gugatan yang dilayangkan kepadanya karena hal itu terkesan dipaksakan serta penuh dengan ‘ rekayasa ‘.

Indra Handoyo ( 40 ) Selaku tergugat saat di wawancarai oleh Inspirasi Post.com mengatakan , Banyak kejanggalan pada gugatan itu karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya , bahkan yang lebih fatal yaitu sudah 1 tahun 4 bulan lamanya pergi meninggalkan , padahal di awal tahun 2020 masih tinggal bersama, ini jelas suatu kebohongan.

” Sebenarnya saya sudah iklas jikalau semua berjalan baik baik saja , tetapi karena sudah terlalu menjatuhkan diri ”

” Atas dasar itu maka saya beranikan untuk melakukan perlawanan secara hukum juga. Banyak kejanggalan dalam surat gugatan yang dituduhkan kepada saya, ada yang lebih fatal yaitu 1 tahun 4 bulan saya dikatakan meninggalkan keluarga padahal awal tahun 2020 kami masih baik baik saja dan hidup bersama.” Tegas pria yang dikenal  sederhana ini.

 

 

M.Fadli Aziz , SH , Praktisi Hukum saat dimintai pendapatnya mengatakan , Jika unsur memberikan keterangan atau kesaksian palsu baik lisan maupun tulisan , ini sudah masuk ranah hukum pidana dan ada perundang undangan yang mengatur tentang hal tersebut.

” Jika terbukti unsur keterangan yang diberikan oleh pemohon sebagai penggugat adalah kebohongan , baik lisan maupun tulisan dalam persidangan maka hal itu melanggar Pasal 242 ayat 1 dengan ancaman pidana 7 tahun penjara.” Tegas Pengacara nasional yang dikenal ramah ini

BACA JUGA:  KPK Tetapkan Walikota Tasikmalaya Tersangka Kasus Anggaran DAK 2018

( Redaksi )