Ini Pernyataan Sikap Masyarakat Nelayan Matras Terkait Dukungan 22 Ormas/OKP/LSM Akan Beroperasinya KIP Timah Di Laut Matras

307
Photo : Masyarakat nelayan Sungailiat saat menggelarkan aksi demo dipantai terkait rencana PT Timah akan menurunkan sejumlah KIP exploitasi Timah di perairan laut Matras dan sekitarnya

Ini Pernyataan Sikap Masyarakat Nelayan Matras Terkait Dukungan 22 Ormas/OKP/LSM Akan Beroperasinya KIP Timah Di Laut Matras

Photo : Masyarakat nelayan Sungailiat saat menggelarkan aksi demo dipantai terkait rencana PT Timah akan menurunkan sejumlah KIP exploitasi Timah di perairan laut Matras dan sekitarnya

Inspirasi Post || 26 Oktober 2020

Pangkalpinang (Babel) – Terkait dukungan sejumlah 22 organisasi masyarakat (Ormas), Okp dan LSM di Kabupaten Bangka menyatakan dukungan masuknya Kapal Isap Produksi (KIP) milik mitra PT Timah Tbk diperairan laut Mastras, Kelurahan Matras, Sungailiat Kabupaten Bangka.

Tersiar kabar PT Timah selaku pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) akan menerbitkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada mitranya untuk melakukan exploitasi (penambangan) pasir Timah di wilayah perairan laut Matras dan sekitarnya, rencananya ada 10 unit KIP yang akan diturunkan oleh mitra PT Timah untuk mengobok-obok perairan laut Matras dan sekitarnya dengan dalil bahwa perairan laut tersebut dalam wilayah IUP PT Timah.

Namun sayangnya, rencana pemberian izin SPK KIP Timah kepada mitranya dan dukungan dari 22 Ormas/Okp/Lsm justru menuai protes sekaligus penolakan dari sekelompok masyarakat khususnya nelayan yang berdomisili di lingkungan Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Ini isi pernyataan masyarakat nelayan Matras Sungailiat dan sekitarnya :

Hari ini tgl 25.Oktober 2020 kami Nelayan Pantai matras dan sekitarnya menyampaikan Pernyataan Sikap sebagai berikut ;

1.meminta kepada PT Timah membatalkan pengoperasian Kapal isap di Area laut matras dan Sekitarnya yang karena akan Merugikan dan menggangu aktivitas serta pencaharian nelayan.

2.meminta kepada 22 lembaga LSM dan ORMAS yg mendukung beroperasinya KIP di laut matras dan sekitarnya untuk segera menarik dan menghentikan dukungan nya kepada pengusaha KIP dan kembali mendukung masyarakat Nelayan karena dengan dukungan terhadap beroperasinya KIP di laut matras dan sekitarnya jelas jelas merugikan nelayan bahkan sampai memecah belah masyarakat

3.meminra kepada pihak kepolisian POLDA Babel untuk Menindak Tegas pelaku atau orang orang yang berusaha membuat gaduh di masyarakat dan berpotensi kepada tindakan anarkisme serta melindungi hak hak masyarakat khususnya masyarakat nelayan

4.meminta kepada pemerintah Kabupaten bangka dan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung beserta DPRD Provinsi dan DPRD Banka untuk mengawal dan mengutamakan kepentingan dan hak hak para nelayan dengan tidak merekomendasikan dan mengizinkan beroperasinya KIP di laut Matras dan sekitarnya.

Demikian pernyataan sikap ini kami buat dngan sebenar benar nya agar dapat ditanggapi oleh pihak pihak terkait, Terimakasih. (Red-Rik)

BACA JUGA:  Hadapi Gugatan 'Pengaduan' PT.BML di Dewan Pers, Inspirasi Post 'Dibela' Masykur Husein,S.H Sebagai Kuasa Hukum