Indonesia Siapkan Generasi Muda Hadapi ‘ Industri 4.0’

94

Menghadapi tantangan tersebut, pelaku industri PT Kawan Lama kembali bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ikut serta dalam Lomba Kompetensi Siswa SMK Tingkat Nasional XXVII. Acara ini digelar pada 7-13 Juli 2019 di Jogja Exhibition Center (JEC), Yogyakarta.

Distributor penyedia peralatan industri teknik dan komersial terdepan di Indonesia dengan pengalaman 64 tahun itu, berkomitmen dalam mendukung program link and match Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) dengan dunia pendidikan kejuruan bagi siswa SMK.

Direktur Pembinaan SMK Dirjen Pendidikan Dasar Menengah Kemdikbud M Bakrun mengungkapkan, siswa SMK harus memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, baik untuk memenuhi kebutuhan daerah, tingkat nasional maupun internasional.

Terkait hal  itu, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan kegiatan untuk memotivasi peningkatan kompetensi siswa berupa kegiatan lomba atau kompetisi tahunan yang dinamakan Lomba Kompetensi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (LKS-SMK).

“LKS ini diadakan setiap tahun sebagai promosi kompetensi yang dimiliki siswa. Acara ini juga kami harapkan bisa digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran sekaligus sebagai sarana unjuk kemampuan anak. 34 provinsi ikut mengirimkan wakilnya untuk 32 jenis lomba,” ungkapnya di sela peninjauan lomba di JEC, Selasa (9/7/2019).

Sebanyak 759 peserta dari 34 provinsi Indonesia ikut serta dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Nasional 2019 7-13 Juli di Yogyakarta. Sebanyak 32 jenis lomba dipertandingkan untuk mengukur kompetensi siswa sebelum nantinya memasuki jenjang dunia kerja.

Di LKS kali ini, menurut Bakrun,ada beberapa jenis lomba baru yang dipertandingkan yakni Metrologi, Welding, CNC Miling, CNC Turning dan Automobile Technology. Menurut dia, lomba seperti Metrologi meski terbilang sederhana namun begitu diperlukan dalam menentukan kompetensi siswa.

BACA JUGA:  Ini Daftar Nama Anggota DPRD Jakarta Yang Akan Di Lantik

“Metrologi ini untuk teknik mesin, misalnya di dalam membuat sebuah alat pasti perlu presisi tinggi. Dan metrologi ini jadi dasar kalau mengukur tepat maka hasil akhirnya tepat tapi kalau tidak maka hasil presisi pasti tak baik. Baru kali ini kita adakan dalam LKS, harapannya bisa menyambungkan dengan kebutuhan di dunia industri,” sambung dia.

Sementara Tony Sartono, Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera yang menguji kompetensi di lima bidang lomba tersebut menyampaikan pihaknya memiliki perhatian mendukung program link and match dunia usaha dan industri.

“Kita berada di era industri 4.0, jadi anak-anak muda kita harus mampu kalau tidak ingin tergerus dan ditinggal. Kami ingin mengajak anak-anak muda dari pendidikan vokasi kejuruan untuk menguasai sistem komputerisasi dan ambil bagian dalam kemajuan industri kedepan,” tandasnya.

Pada tahun ini, Kawan Lama ikut serta menguji kompetensi siswa SMK untuk 5 bidang lomba teknik, yaitu Automobile Technology, Metrology, Welding, CNC Milling, dan CNC Turning.

”Melalui gelaran LKS SMK ini, Kawan Lama ikut berpartisipasi mendidik bangsa khususnya pendidikan vokasi. karena bangsa Indonesia membutuhkan tenaga kejuruan yang mampu mengoperasikan alat-alat dengan sistem komputerisasi,” ujar Tony Sartono, Komisaris PT Kawan Lama Sejahtera melalui siaran resmi yang diterima Tribunjogja.com.

Selain sebagai ajang uji kompetensi, LKS SMK juga memotivasi siswa SMK untuk mengembangkan pengetahuan dan keahlian sesuai standar Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di era Industri 4.0.

Melalui kompetisi dan wokshop ini, siswa SMK diharapkan mampu bersaing di dunia industri kerja, baik untuk tingkat provinsi, Nasional, dan Internasional. ( Red / Dha / Dbs / Tribun Jogja.com )