Indomedia Network : Hak Jawab Pihak Pengadu Ke Dewan Pers Terhadap Dua Media Jejaring ‘Dengan Catatan!’

229

 Jakarta, www.inspirasipost.com,- Menindaklanjuti surat resmi Dewan Pers terkait pengaduan dengan perihal pemberitaan yang dianggap ‘Miring’ oleh pihak pengadu terhadap dua media siber yang tergabung di Indomedia Network ( www.inspirasipost.com dan www.brigadenews.id ), Pihak Indomedia Network memberikan kesempatan hak jawab dengan  syarat atau catatan.

Hak jawab atau koreksi atas pemberitaan ‘Miring’ dengan kop surat mengatasnamakan ‘Forum Desa dan Masyarakat’ yang dikirim melalui email ke pihak Indomedia Network mengatakan,

” Bahwa pihak kami merasa keberatan ada unsur kata ‘Arogan dan akal bulus’ seperti termuat pada berita di dua media inspirasipost.com dan brigadenews.id.” seperti uraian pada surat elektronik tanpa dilengkapi tanda pengenal atau KTP ke email Indomedia Network.

Untuk diketahui, tim redaksi dua media tersebut melakukan wawancara kepada narasumber terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi yang dalam pemeriksaan pihak kepolisian Sumatera Utara pada Desember 2021 silam.

Bayangkan saja, upaya kami ini dianggapnya Sepele. Sok kali, karena sudah kirim surat balasan sama teman-teman media. Dia tak intropeksi diri, padahal yang kami maksud itu benar adanya. Coba anda fikirkan, hanya karena persoalan marga Hasibuannya, dia tak menganggap, dia hanya katakan namanya Parmonangan saja, dasar Akal Bulus!” ungkap Aktivis Larshen Yunus, Direktur Kantor Hukum Mediator dan Pendampingan Publik Satya Wicaksana.

Yunus, sapaan akrab Alumni Sekolah Vokasi Mediator Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu juga katakan, bahwa kasus Tipidter dan Tipidkor Parmonangan wajib dilanjutkan. Prosesnya mesti ditanggapi sebagai bukti, bahwa semangat Presisi bapak Kapolri benar-benar di Terapkan, terutama di Mapolda Sumut ini.
“Hari ini kami sudah hampir 4 Jam di Periksa oleh penyidik atas nama Aipda Erik Sembiring. Beliau itu kelihatan profesional. Kami berharap polisi seperti Erik serius menangani kasus ini. Kami tetap monitor dari jauh, agar segala bentuk temuan itu ditingkatkan lagi sebagai Atensi bersama” tegas Aktivis Larshen saat memberikan keterangan persnya desrmber 2021 silam.

 

BACA JUGA:  Guru Besar Hukum Universitas Parahyangan dan Universitas Sriwijaya Selaku Saksi Ahli, Pencabutan Izin PT Pulomas Dinilai Ada Pelanggaran

Pihak Indomedia Network sebagai konsorsium jaringan perusahaan media memberikan kesempatan hak jawab atau koreksi sesuai UU Pokok Pers tahun 1999 .

Sesuai arahan Dewan Pers dalam surat yang dikirim kepada pihak Indomedia Network.

Yudha Saputra Founder Indomedia Network

Sementara itu, Yudha Saputra mewakili Indomedia Network menyatakan,

” Kami menghargai saran yang diberikan oleh Dewan Pers yaitu untuk memuat hak jawab atau koreksi, tetapi hal ini tidak membuat langkah hukum atau proses lanjutan terkait kejanggalan maupun tuduhan atas ketidakprofesional maupun hal lain yang menyudutkan perusahaan media serta jurnlais kami. ‘Berhenti sampai disini.” Tegas jurnalis muda yang dikenal kritis ini. ( Red / Rls )