Ibnu Budi Cahyana: SMAN 3 Kota Metro, Bersama Tingkatkan Mutu Pendidikan

796
Kepala SMA Negeri 3 Metro, Ibnu Budi Cahyana, S.Sos, M.Pd bersama dewan guru terus tingkatkan mutu pendidikan.

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Kota Metro bersama dewan guru, tiada henti meningkatkan mutu pendidikan. Salah satunya, yakni dengan terus membangun dan memperbaiki infrastruktur, sarana, dan prasarana pendidikan. Hal itu untuk menunjang, untuk memberikan rasa nyaman dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

Kepala SMA Negeri 3 Metro, Ibnu Budi Cahyana, S.Sos, M.Pd mengatakan dengan infrastruktur dan fasilitas yang memadai, siswa dan tenaga pendidik harus memanfaatkan dengan baik. Semangat belajar harus terus ditumbuhkan. “Imbangi dengan semangat belajar tinggi. Fasilitas memadai, bangunan bagus, tapi tidak semangat dan dimanfaatkan dengan baik, maka hanya sia-sia saja,” jelas Ibnu Budi Cahyana kepada Inspirasi Post, Senin (23/4/2018).

Dewan guru SMAN 3 Kota Metro, nampak aktif dan bekerja guna meningkatkan mutu pendidikan.

Ibnu Budi Cahyana menambahkan, dengan rajin belajar, disiplin, menjauhi berbagai perilaku menyimpang, dan sopan. “Akhlak itu yang terpenting. Ilmu yang baik itu, ilmu yang dimanfaatkan untuk hal yang baik. Pendidikan tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk pribadi peserta didik yang berakidah dan berakhlak mulia.

Sebab, capaian prestasi tidak akan berkah jika tanpa didasari dengan perilaku dan sikap yang baik. Prestasi tidak akan berarti, jika perilakunya tidak baik. Sehingga, kami terus berupaya mengimbangi pendidikan karakter dan ilmu pengetahuan,” pesan Ibnu.

Ibnu Budi Cahyana berharap, prestasi pelajar di SMAN 3 Metro yang ia pimpin akan terus melesat. Dengan begitu, dunia pendidikan akan terus diwarnai dengan kebanggaan. “Semua elemen harus bersama untuk memajukan dunia pendidikan.

Disamping itu, Ibnu Budi Cahyana berpesan, agar tidak lupa memohon ridho kedua orang tua untuk menuntut ilmu. Sebab, usaha dan kerja keras perlu diimbangi dengan doa. Kemudian, dia juga meminta seluruh elemen pendidikan untuk memahami dan menerapkan ajaran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Pendidikan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Matta-Institute: Rakyat Indonesia Tolak, Campur Tangan Asing Untuk Atasi Terorisme

Ing ngarsa sung tuladha. Mengartikan, bahwa menjadi pemimpin atau seorang guru harus dapat memberikan suri teladan untuk semua orang di sekitar. Kemudian, ing madya mangun karsa diartikan dengan seorang guru di tengah-tengah kesibukannya diharapkan dapat membangkitkan semangat terhadap peserta didiknya.

Tut wuri handayani merupakan pesan ketiga dari ajaran Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan. Memiliki arti, bahwa seorang guru diharapkan dapat memberikan suatu dorongan moral dan semangat kepada peserta didik ketika guru tersebut berada di belakang.

“Hormati kedua orang tua. Baru guru. Setelah itu, pemimpin atau penguasa. Ini ajaran moral klasik. Tapi, tetap bisa diterapkan dalam kehidupan saat ini dan masa depan,” tutup Ibnu. (Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)