HUT SMA PGRI 1 Metro ke-72, Jadi Sekolah Prioritas

945
Nampak kompak, Kepala SMA PGRI 1 Metro, Dwi Dian Yana (kanan, red) foto bersama Kepala SMAN 2 Metro, Indriyanto bertekat majukan dunia pendidikan.

METRO, Inspirasi Post – Perjalanan menuju usia ke-72 tahun, Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI 1 Kota Metro senantiasa memperbaiki diri. Setiap tahun, sarana-prasarana dan kualitas pembelajaran di sekolah terus dibenahi. Maka tak ayal bila sekolah yang terbilang tua itu, sekarang mulai menjadi salah satu sekolah prioritas bagi calon siswa untuk melanjutkan pendidikannya.

Kepala SMA PGRI 1 Metro, Dwi Dian Yana mengatakan dulu kami hanya dianggap sebagai sekolah penampung siswa yang tidak lulus di SMA negeri. Sekarang tidak lagi, kita sudah menjadi salah satu sekolah pilihan bagi para siswa. Meskipun berstatus sebagai sekolah swasta, SMA PGRI 1 Metro tidak kalah saing dari SMA Negeri. Hal itu terbukti, dari berbagai prestasi yang diukir para siswa. Para alumni juga sudah banyak yang sukses, baik bekerja di instansi pemerintahan maupun di berbagai perusahaan,” kata Dwi Dian Yana kepada Inspirasi Post, Senin (18/3/2018).

Pelepasan balon pada acara HUT SMA PGRI 1 Metro, di lapangan Mulyojadi 16c Kota Metro belum lama ini. Acara itu, dihadiri oleh keluarga besar SMA se Kota Metro ikut serta memeriyakan.

Lebih lanjut Dwi Dian Yana menuturkan, kepada siswa kami tanamkan agar selalu bersungguh-sungguh dalam mewujudkan impian. Status swasta atau Negeri, tidak menentukan keberhasilan seseorang. Yang menentukan adalah semangat dan kerja keras.

Puncak peringatan HUT ke-72 SMA PGRI 1 Metro, digelar di lapangan Mulyojati 16c Metro Barat beberapa waktu lalu. “Acara itu, dihadiri oleh keluarga besar SMA se Kota Metro, mulai dari siswa, guru, pegawai sekolah, alumni dari berbagai angkatan, dan para tokoh masyarakat ikut meriahkan acara tersebut.

“Ia menambahkan, berterima kasih kepada keluarga besar sekolah yang telah menyemarakkan acara tersebut. Dwi Dian Yana berharap, ke depan SMA PGRI 1 Metro semakin baik. Para guru selalu kompak dalam memajukan sekolah dan pendidikan,” harapnya.

Menyingung bagi siswa tidak mampu, Dwi Dian Yana mengatakan, bahwa siswa yang tidak mampu dan dilengkapi dengan surat keterangan miskin, maka biaya pendidikan akan mendapatkan keringanan. Keringanan tersebut disesuaikan dengan kemampuan orang tua untuk membayar. “Jika memang sama sekali tidak mampu, tentunya siswa juga akan digratiskan.

BACA JUGA:  Lamban Kopi: Nikmatnya Robusta Spesial Khas Lampung Barat

Menurutnya, Siswa yang tidak mampu memang benar-benar digratiskan, seperti siswa yatim piatu benar-benar digratiskan dari SPP dan lainnya. “Nantinya, para siswa juga akan diberi motivasi, sehingga meskipun berlatar belakang ekonomi lemah, namun dia tidak akan minder,” jelas Dwi. (Sampurna/Red)
Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)