Hati-hati… Ada lubang yang menganggah dan PJU Jembatan Batu Rusa Hanya Satu Berfungsi 

615

* Pengendara Roda Dua dimintai berhati-hati saat melintas jembatan batu rusa

* Pihak Kejari Bangka Sulit Untuk Dikonfirmasi

Pangkalpinang – Pembangunan proyek jembatan Kembar (baru) Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka yang menelan senllai Rp 46 M lebih bersumber dari dana APBN tahun anggaran (TA) 2017-2018 dikerjakan oleh kontraktor  PT Ricky Kencana Sukses Mandiri (RKSM).

 

Kini kembali menjadi sorotan masyarakat Bangka Belitung (Babel), pasalnya belum berumur 5 tahun sudah ditemui kerusakan pada bangunan jembatan kembar batu rusa dari arah Pangkalpinang menuju Sungailiat Kabupaten Bangka.

 

Pantauan Pers Babel kemarin Senin (6/07/2020) masih ditemui ada lubang yang menganggah dipembatasan jalan yang membahayakan pengguna jalan khususnya pengguna kendaraan roda dua, dan keretakan pada pondasi penahanan badan jembatan kembar.

Bahkan lampu penerangan jalan sebanyak 18 unit  PJU (penerangan jalan umum) solar Cell yang berada menerangi jembatan kembar batu rusa tersebut hanya 1 unit PJU solar Cell yang menyala menerangi jembatan kembar batu rusa yang menuju ke arah Sungailiat.

 

Sudah beberapa kali masyarakat menyampaikan keluhannya kepada Gubernur Bangka Belitung dan Bupati Bangka agar lobang yang menganggah segera diperbaiki dan lampu penerangan PJU tersebut segera diperbaiki.

” Saya hampir jatuh sewaktu menabrak lubang itu  mau pulang ke Sungailiat manalagi lampu penerangan jalan banyak yang tidak menyala, bahkan masyarakat yang lain sudah berkomentar di medsos agar menjadi perhatian Gubernur Babel dan Bupati Bangka tapi sekarang belum ada perbaikan,” keluh Fajri (40) warga Sungailiat, Selasa (07/07/2020).

 

Sekedar informasi, pembangunan jembatan kembar batu rusa kabupaten Bangka dulu sempat disidak oleh tim Kejari Bangka dikoordinir oleh Kasi Intel Kejari Bangka Andri bahkan  mantan Kajari Bangka Jefri Huwae juga ikut dan bersama puluhan wartawan, Kamis, 21 Maret 2019.

Namun sayangnya tidak ditindaklanjuti oleh Kejari Bangka sehingga saat ini ada lobang yang menganggah dan keretakan pada pondasi penahanan jembatan, hal ini justru dikuatir oleh masyarakat Babel akan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

 

Sebelumnya seperti dilansir oleh sinarpaginews.com (Jum’at,29 Maret 2020), Kepala Kejaksaan Negeri Bangka, Rielke Jeffrie Huwae telah berkirim surat resmi. Menegaskan posisi Satker PJN agar segera menindaklanjuti temuan rusaknya beberapa lampu PJU solar cell.

“Secara teknis dilapangan memang dilihat seperti itu, padahal secara administratif, Kepala Kejaksaan Negeri sudah berkirim surat resmi pada Kasatker PJN. Tapi sesampai di lapangan kita melihat Satker PJN ini belum maksimal. Bahkan perwakilan kontraktor itu justru stand bye disitu (jembatan –red) sampai malam,” ungkap Kasi Intel Kejari Bangka saat itu.

 

Dilanjutkan oleh Kasi Intel, nantinya setelah semua spek dinilai sudah standar dan jika masih ada keluhan kerusakan. Maka disebut ada di faktor unit atau barang. Bagaimana pertanggungjawaban predikat SNI kalau masih juga bermasalah di kemudian hari.

 

“Yang menyelenggarakan barang bagaimana, kok sudah ada logo SNI tapi masih bertingkah, kan gitu. Intinya kita sama-sama pantau ya,” Kata Kasi Intel saat itu.

Kasi Intel/PPID Kejari Bangka Sulit Untuk Dikonfirmasi
Untuk mengetahui kejelasan hasil sidak Kejari Bangka bersama puluhan wartawan, Pers Babel mencoba menemui pimpinan Kejari Bangka Farid Gunawan SH termasuk Kasi Intel Kejari Bangka Andri SH,  Senin (6/7/2020) siang sekitar pukul 13.43 WIB di kantor sementara Kejari Bangka yang terletak di depan rumah dinas Bupati Bangka atau di jalan A Yani, Kota Sungailiat.

 

Namun sayangnya kedua pejabat jaksa ini tak berhasil ditemui Pers Babel siang itu. Sementara petugas piket yang berjaga di kantor depan setempat mengatakan jika Kasi Intel Kejari Bangka Andri SH saat itu sedang rapat.

“Pak Andri lagi rapat di dalam ruang. Oh ya mau tanya apa kira-kira?,” tanya petugas piket jaga bernama Jek Harianto.didampingi rekannya, Yolan.

 

Tak berapa lama, datanglah seorang pegawai Kejari Bangka bernama Hendi dan langsung menghampiri Pers Babel di depan teras depan kantor sementara Kejari Bangka.Hendi sama mengaku jika Kasi Intel termasuk pimpinannya (Kajari Bangka) saat itu sedang melaksanakan rapat di dalam kantor.

 

Sebagaimana diketahui Andri SH selain menjabat selaku Kasi Intel Kejari Bangka, ia sendiri pun kini merangkap sebagai pejabat pengelolah informasi & dokumentasi (PPID) di intansi Kejari Bangka.

Namun mirisnya, Andri terkesan tak menjalankan tupoksinya sebagai PPID Kejari Bangka termasuk menjalin komunikasi dengan pihak awak media. Sebaliknya, Andri terkesan tertutup saat dikonfirmasi.

 

Sampai berita ini dipublish pihak kantor PT RKSM dan Satker kementerian PU PJPN  dalam upaya dikonfirmasi. (Red/Rik)
BACA JUGA:  Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd: SMA Negeri 1 Kotagajah Hadiri Bimtek Sekolah Rujukan