Hakim Peradilan Gugatan Indra Handoyo ‘ Mengetahui ‘ Materi Gugatan Pemohon Penuh Rekayasa

333
M. Fadly Aziz , S.H ( Wakil Ketua Bidang Hukum DPW HPI Lampung )

Kota Metro – Sidang gugatan pada perkara indra handoyo memasuki babak baru , pasalnya pada sidang ke empat beberapa waktu lalu di pengadilan agama kota metro.

Salah satu majelis hakim pada persidangan dengan tergugat indra handoyo , mengatakan , bahwa materi  gugatan yang diajukan oleh kuasa hukum pemohon , Marwoto S.H  dan Patners ‘ Penuh Dengan Rekayasa.

Hal tersebut seperti diungkapkan oleh tergugat Indra Handoyo kepada Inspirasi Post , 03 / 05 lalu , dirinya mengatakan , Pada sesi sidang hakim mengatakan bahwa materi gugatan ini penuh rekayasa ,  selanjutnya majelis hakim meminta dirinya untuk menemui pihak pemohon ataunpegaxae

” Hakim sebenarnya telah mengetahui isi materi gugatan yang diajukan oleh pemohon adalah bohong, bahkan hakim meminta saya untuk menemui pihak pemohon atau kuasa hukumnya tetapi telah saya coba untuk ikuti arahan hakim ternyata tidak di tanggapi dengan baik ileh kuasa hukum nya.” ujar lelaki ini penuh sesal.

Sementara itu , Wakil Ketua Bidang Hukum DPW Himpunan Pewarta Indonesia ( HPI ) Lampung , M. Fadly Aziz , S.H,  saat di mintai pendapatnya di kantor hukum ‘ Raja Permata Negara Lawfirm’  mengatakan, Atas nama hukum dan demi penegakkan supremasi hukum untuk terciptanya keadilan yang seadil adilnya maka pihak hakim pengadilan agama harus menggugurkan perkara gugatan itu dikarenakan cacat hukum atau perkara tersebut gugur demi hukum.

M. Fadly Aziz , S.H ( Wakil Ketua Bidang Hukum DPW HPI Lampung )

” Hakim pada pengadilan agama yang menangani perkara tersebut harus berpegang pada aturan persidangan , artinya jika isi materi yang dijadikan dasar gugatan tersebut terbukti rekayasa atau penuh kebohongan maka peradilan itu harus dihentikan atau gugur demi hukum, dikarenakan materi utama sebagai dasar persidangan tersebut cacat hukum ataubtak layak disidangkan.” tegas Pengacara dikenal berani ini.

BACA JUGA:  Pertandingan Persahabatan Antara Persikomet dan Eks Timnas

untuk diketahui , berdasarkan pasal 242 KUHP tentang keterangan , kesaksian palsu di atas sumpah atau pengadilan maka dapat dijerat dengan hukuman penjara 7 tahun penjara.

( Redaksi )