Hadi Suhartanto, S.Pd: Bulan Suci Romadhon Mendidik Karakter Peserta Didik

660
Kepala SMPN 1 Seputih Agung, Hi. Hadi Suhartanto, S.Pd (tengah, Red) foto bersama dewan guru yang mencerdaskan anak bangsa dan mendidik akhlak peserta didik.

SEPUTIH AGUNG, Inspirasi Post – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), dalam bulan suci Romadhon terus mendidik karakter siswa. Pasalnya, pada bulan Romadhon 1439 Hijriah, juga setiap guru dituntut mampu mengembangkan dan rencana pembelajaran yang memuat pendidikan karakter.

Kepala SMPN 1 Seputih Agung, Hi. Hadi Suhartanto, S.Pd mengatakan, pada bulan Romadhon pihak sekolah mengadakan pesanteren kilat dan terus meningkatkan karakter siswa. Hal tersebut, sesuai dengan pasal 3 Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003 menyebutkan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Hadi Suhartanto kepada Inspirasi Post, Jumat (25/05/2018).

Kepala SMPN 1 Seputih Agung, Hi. Hadi Suhartanto, S.Pd (Nomor dua dari kiri, Red) foto bersama dengan jajaran Dinas Pendidikan Lampung Tengah.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, terkait dengan pasal 3 Undang-Undang Sisdiknas No 20 tahun 2003, yakni bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Kemudian, dari pasal tersebut dijabarkan karakter positif yang perlu diajarkan disekolah dinataranya, religius , jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, cinta damai. Pada bulan Ramadhan, kata Hadi, tampaknya momen yang tepat bagi sekolah guna menyelenggarakan kegiatan yang dapat membangun karakter positif siswa,” ucapnya.

Salah satu kegiatan yang rutin di bulan Ramadhan, adalah pesantren kilat sering disingkat dengan istilah sanlat. Melalui sanlat, guru dapat memasukkan nilai-nilai positif kepada siswa. Keterlibatan dewan guru SMPN 1 Seputih Agung dalam kegiatan pesantren kilat, dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kompetensi kepribadian dan sosial sehingga menjadi sosok yang pantas menjadi teladan bagi siswanya.

“Tentu saja, penanaman karakter posiif tidak hanya dalam bentuk kegiatan pesanren kilat. Dibulan Ramadhan dengan berpuasa, siswa diajak meningkatkan rasa simpati kepada sesama yang nasibnya belum beruntung. Bukankah dengan berpuasa, kata Hadi, mereka juga merasakan bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Dengan demikian diharapakan, tumbuh dalam diri siswa kepekaan sosial untuk saling berbagi. Melalui puasa, siswa diajak agar mempunya kepribadian yang sabar, tahan terhadap godaan dan menjunjung tinggi kejujuran,”ujarnya menambahkan,

BACA JUGA:  Geger !! Warga Temukan Kakek Tewas di Gubuk Miliknya

Masih di katakana Hadi, penanaman sikap toleransi di bulan Ramadhan tentunya sangat diperlukan. Siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa, menghormati kepada siswa yang berpuasa. Sebaliknya siswa yang berpuasa, hendaknya tidak mencela kepada siswa yang tidak berpuasa karena alasan keyakinan atau alasan lainnya. Di sini sikap saling menghormati , toleransi dan cinta damai selalu dibina.

Melalui penanaman nilai-nilai agama, Hadi Suhartanto mengatakan, secara benar dan kesadaran tentang adanya keberagaman dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, siswa diajak untuk lebih toleran dan cinta damai. Dan tampaknya bulan Romadhon merupakan momen yang paling tepat guna melakukan kegiatan semacam itu. Hal yang paling utama dalam pelaksanaan puasa, adalah terbentuknya siswa-siswi SMPN 1 Seputih Agung menjadi karakter manusia yang jujur,” kata Hadi Suhartanto. (Ipung)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)