GTI Bali Minta PDAM Mengeluarkan dana CSR Sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Tengah Pandemi

239

Inspirasi Post || 5 Agustus 2021

Bali – Gianyar Menurut Pande Mangku, kepedulian managemen PDAM terhadap kondisi warga yang sedang dilanda kesulitan hidup, sangat penting. Karena warga ini adalah konsumen yang merupakan bagian utama dari simbiosa perusahaan dalam mereguk untung. Tapi, jika managemen ini tetap krisis kepedulian, maka PDAM bisa dipastikan telah mengabaikan fungsi sosial perusahaan. Dia sangat setuju, perusahaan sekelas PDAM mengeruk untung sebanyak-banyaknya.

‘’Tapi, dalam managemen itu ada manusianya, tentu sedapat mungkin punya hati dan kepekaan sosial, terutama di tengah pandemi yang berkepanjangan ini,’’ tegas pegiat LSM asal Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar ini. Guna meringankan bebann hidup sejumlah warga terdampak, Pande Mangku telah beberapa kali menyumbangkan hasil kebunnya. Ada berupa, sayur mayur, buah-buahan, ketela, dan lainnya.

Saat dikonfirmasi, Dirut Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani (PAMTS/PDAM) Gianyar Made Sastra Kencana, tak menyebut akan menyumbangkan atau tidak dana CSR kepada warga terdampak pandemi. Dia mengaku, karena pandemi, PAMTS merelaksasi dan memberikan kebijakan mencicil biaya sabungan baru dan tunggakan rekening kepada pelanggan. ‘’Karena pandemi, bisnis pariwisata tutup hingga pendapatan PAMTS hilang Rp 1 miliar per bulan. Pendapatan di tengah pandemi turun 15 – 16 persen per bulan, dibandingkan tahun sebelum pandemi,’’ ujarnya.

Kata dia, akibat pandemi, tunggakan pelanggan kini mencapai Rp 2,8 miliar. Padahal, proses produksi dan distribusi sangat tergantung pada kepatuhan pelanggan bayar rekening air. Tunggakan ini kini sedang ditagih dengan sistem jemput bola. Karena PPPKM, mobilisasi masyarakat sangat terbatas. ***

BACA JUGA:  Terkait Pencegahan Covid -19, Tokoh Masyarakat Gianyar Kirim Surat Terbuka Untuk Gubernur Bali.