GMC , Era Industri 4.0 Berdampak Positiv Bagi Bisnis Media Digital

146

Jakarta- Istilah industri 4.0 berasal dari sebuah proyek yang diprakarsai oleh pemerintah Jerman untuk mempromosikan komputerisasi manufaktur. Revolusi industri 4.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence.

Revolusi Industri 4.0 berpotensi meningkatkan pendapatan global dan kualitas hidup bagi masyarakat dunia.

 

Yudha Saputra, Koordinator ‘Graha Media Consurtium’  ( GMC ) pada saat diskusi rutin mengatakan, Era Industri 4.0 harus disikapi dengan bijak.

” karena  era industri 4.0 ini akan terjadi peningkatan pendapatan dan  kualitas hidup manusia. Serta menghasilkan harga murah dan kompetitif. Juga  akan meningkatkan efisiensi, produktivitas serta menurunkan biaya transportasi dan komunikasi,” jelas dia.

Perkembangan industri 4.0 juga akan meningkatkan efektivitas logistik dan rantai pasokan global, biaya perdagangan akan berkurang, akan membuka pasar baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

” Skill yang dibutuhkan pada era ini atau disebutnya big data dan artificial intelligence, dengan rasio diantaranya advanced analytics sebesar 81%, Internet of Things sebesar 48%, dan digital security sebesar 43%.” Jelasnya.

 

Perkembangan Industri 4.0 yang mengalami percepatan sangat pesat tentu nya akan berdampak pada perusahaan atau industri di dunia maupun Indonesia.

Sektor bisnis yang saat ini mengalami transformasi yaitu commerce, digital  media and entertainment, teknologi, retail, financial services, customer insight, travel and ticketing, automotive, dan healthcare,”  tutupnya.

Graha Media Consurtium ( GMC ) menjadi rumah dan kampus bagi  Pengusaha Muda atau kerap disebut ‘StarUp’, Untuk belajar , berdiskusi dan berjuang bersama.

Plan project yang di rumuskan bersama menjadi kerangka acuan kerja dalam mengembangkan perusahaan media digital seperti, RuangBerita.id, Cyber Katulistiwa.com, Madani News, Inspirasi Post.com, Brigade News, Edukasi News,Kreatif News,Lensa Naga,Jejak Berita serta beberapa TV digital menghadapi bisnis media di era Industri 4.0.

BACA JUGA:  Pencuri Pistol Brimob 'Digulung' Perwira Polri Asal Lampung

( Red / Yuki / Wiki )