Gawat !! Jembatan di Lamteng Ambrol, Karena 7 Truk Overload

368
Jembatan ambrol dan patah menjadi dua, di sebabkan karena truk konvoi bermuatan singkong dengan beban overloading. Foto: Ist

LAMPUNG TENGAH, Inspirasi Post – Pasca penyebab ambrolnya Jembatan Kali Wayit, Kampung Simpang Agung, menuju Kampung Donoarum, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), karena adanya kelebihan beban muatan (overloading). Setelah dilalui tujuh truk konvoi bermuatan singkong dengan beban overloading.

Pasalnya, jembatan sepanjang 10 meter yang sudah tua ini ambrol sekitar pukul 04.00 WIB pada (1/5/2018) hingga kedalaman sekitar 2,5 meter. Kondisi jembatan yang ambrol, warga sudah memblokade jembatan dengan kayu. Sedangkan kondisi jembatan masih menganga dan hanya diberi kayu untuk melintas darurat.

Warga menunjukan jembatan yang ambrol, Rabu (2/5/2018).

Camat Seputih Agung Sariman menjelaskan, kondisi jembatan sudah tua dan belum pernah diperbaiki. “Memang sudah tua. Sudah lama tak diperbaiki. Apalagi dampak banjir beberapa waktu lalu yang merendam jembatan, membuat tanah di pinggir jembatan tergerus,” katanya Sariman kepada wartawan, Rabu (2/5/2018).

Lebih lanjut Sariman menambahkan, sebelum jembatan ambrol dilalui tujuh truk bermuatan singkong yang diduga dengan beban overloading. “Informasi yang saya dapat, pukul 04.00 WIB ada tujuh truk muatan singkong melintas secara konvoi dari Kampung Donoarum. Setelah itu warga sekitar mendengar suara jembatan ambrol,” ujarnya.

Sariman mengatakan, jembatan tidak bisa dilalui kendaraan dan nggak bisa lewat. Dari dua arah dipasang portal. Sementara dibuat jembatan dari batang pohon kelapa ditimbun tanah melalui gotong-royong warga.

Terkait abrolnya jembatan ini, kata Sariman, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto dan Dinas Bina Marga. Secepatnya, akan ditindaklanjuti perbaikan jembatan menggunakan alokasi dana tanggap darurat,” pungkasnya. (Ipung/Red)

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)

BACA JUGA:  Polresta Depok 'Gulung' Sindikat Pengedar Ganja