Gara-Gara Alur Muara Dangkal, Nelayan Sungailiat Demo Di Kantor Gubernur

89
Gara-Gara Alur Muara Dangkal, Nelayan Sungailiat Demo Di Kantor Gubernur

Inspirasi Post || 24 September 2020
PANGKALPINANG – Puluhan massa nelayan asal Pesisir, Sungailiat Kabupaten Bangka, Rabu (23/9/2020) menggelar aksi demo di halaman depan kantor gubernur Bangka Belitung.
Aksi sekelompok perwakilan nelayan yang tergabung dalam Forum Nelayan Sungailiat Bersatu tersebut saat itu tak lain mendesak pemerintah provinsi Kep Bangka Belitung segera mencari solusi dalam mengatasi persoalan alur muara Air Kantung Sungailiat hampir 10 tahun lebih masih mengalaml pedangkalan.
Tak cuma itu bahkan dalam aksi masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat kali ini pun didampingi para aktifis LSM Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) Bangka dan LSM Peduli Masyarakat Pesisir (PMP) Sungailiat.

Para perwakilan nelayan ini awalnya berniat dapat bertemu langsung dengan gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman namun saat itu pejabat nomor satu di Bangka Belitung kebetulan sedang dinas keluar daerah.
Saat aksi demo itu para perwakilan nelayan Sungailiat ini saat itu sempat diterima oleh Asisten I (Pemerintahan) Setda Pemprov Bangka Belitung, Yanuar.

Meski begitu aksi dem damai masyarakat nelayan Sungailiat tetap berlangsung, bahkan seorang aktifis LSM KPMP Bangka, Suhendro mengatakan jika kedatangan mereka ke kantor gubernur Bangka Belitung saat itu sesungguhnya bermaksud ingin menyampaikan aspirasi sekaligus keluhan masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat terkait persoalan kondisi alur muara Air Kantung Sungailiat sejak 10 tahun lalu dan sampai sekarang masih saja mengalami pendangkalan.
“Kasihan para nelayan Sungailiat mau cari makan dimana? karena kondisi alur muara Air Kantung Sungailiat mengalami pendangkalan,” sebut Suhendro saat orasi sedang berlangsung tanpa didukung sarana peralatan sound sistem.

Akibat kondisi alur muara Air Kantung Sungailiat dangkal bahkan penyempitan bahkan telah dilakukan pengerukan oleh PT Pulomas Sentosa selaku mitra Pemda Kabupaten Bangka namun kondisi alur muara setempat dikatakanya sampai saat ini masih saja dangkal.
“Kami minta pak gubernur segera hentikan kegiatan pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat dihentikan, sebab kegiatannya tidak ada manfaat bagi masyarakat nelayan Sungailiat bahkan hingga 11 tahun para nelayan merasa kecewa,” kata Suhendro dalam orasinya saat itu.
Ditegaskan Suhendro bahkan para nelayan Pesisir Sungailiat mendesak pihak perusahaan kedua yakni PT Seputih Makmur Bersama (SMB) yang berencana bakal melakukan pengerukan di alur muara setempat pada tahun ini agar. dapat meyakini dengan cara membuat perjanjian tertulis dengan masyarakat nelayan setempat.
Saat aksi demo nelayan ini pun tampak para pendemo terlihat hanya menggunakan atribut demo seadanya yakni sejumlah kertas karton bertuliskan kalimat krtikan terhadap PT Pulomas Sentosa maupun PT SMB.
Lain halnya sebagaimana yang disampaikan oleh seorang aktifis lainnya asal LSM PMP Sungailiat, Chandra saat ikut berorasi di sela-aksi demo berlangsung saat itu.
“Bila perlu cabut saja perijinan kegiatan PT Pulomas Sentosa,” kata aktifis ini di depan pejabat Pemprov Bangka Belitung, Yanuar.
Begitu pula Parman seorang nelayan asal lingkungan Parit Pekir Sungailiat pun sempat mendesak pihak Pemprov Bangka Belitung untuk dapat menindaklanjuti persoalan keluhan nelayan Pesisir Sungailiat secara serius.
Sebaliknya jika para pejabat pemerintah di daerah tak serius menangani persoalan nelayan Pesisir Sungailiat dengan serius maka pihaknya ke depan akan menggelar aksi besar-,besaran di kantor gubernur Bangka Belitung dengan jumlah massa hingga mencapai ribuan orang.
Sekedar diketahui, rencana kegiatan penambangan sekaligus pengerukan alur muara Air Kantung Sungailiat akan dikerjakan oleh PT SMB, sebelumnya perusahaan ini sempat menggelar giat sosialisasi AMDAL di aula kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat dengan mengundang sejumlah perwakilan masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat.
Namun rencana kegiatan pengerukan alur muara setempat belumlah berjalan atau kegiatan yang akan dilakukan oleh PT SMB di muara Air Kantung Sungailiat in dengan telah mengantongi perijinan dari gubernur Bangka Belitung (Erzaldi Rosman) malah kini sempat pula menuai pro-kontra di kalangan masyarakat nelayan sendiri.
Meski begitu pihak perusahaan (PT SMB) sampai saat ini mengaku berani berkomitmen atau berani membuat suatu perjanjian secara tertulis dengan masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat jika memang disetujui oleh masyarakat nelayan.
Usai mendengar aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan nelayan Sungailiat ini, pejabat Pemprov Bangka Belitung, Yanuar hanya bisa berjanji jika dirinya akan menindaklanjuti sekaligus menyampaikan keinginan atau aspirasi masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat langsung kepada gubernur Babel, Erzaldi Rosman.
Selanjutnya usai berdialog dengan pejabat Pemprov Bangka Belitung ini perwakilan masyarakat nelayan Pesisir Sungailiat ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Sungailiat, Bangka. (*/)
BACA JUGA:  Sebelum Ambruknya Proyek Jembatan Air Kerabut, Warga Saksikan Kemunculan Buaya Berukuran Besar