‘ Energi Positif dan Religius ‘ Refleksi Tari Bedana Warisan Budaya Lampung

216

Tari Bedana merupakan salah satu kearifan lokal warisan budaya bernilai seni tinggi dari Propinsi Lampung yang mempunyai slogan ‘Sai Bumi Ruwa Jurai’.

Gerak tari yang dilakukan dalam suasana gembira ini adalah refleksi mengalirnya ‘ Energi Positif ‘ sehingga suasana pun menjadi damai dan riang gembira, Tari Bedana merupakan tari hiburan yang berkembang di daerah Lampung.

Berdasarkan sumber dan buku Deskripsi Tari Bedana, Tari Bedana adalah tari tradisional daerah Lampung yang mencerminkan tata hidup masyarakat Lampung sebagai perwujudan simbolis adat istiadat agama dan tata nilai lain yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakatnya dan berisi tentang ajaran moral dan nasehat yang bernafaskan Islam.

“Tari bedana ini sebenernya tari ungkapan bahagia, ungkapan syukur, yang dilaksanakan dalam acara-acara adat Lampung, gerakannya menggambarkan kehidupan masyarakat. Misal muda mudi berbalas pantun, dalam acara begawi orang Saibatin atau Pesisir.”

Penari Tari Bedana bisa laki-laki, perempuan, atau pasangan dengan jumlah penari yang tidak terikat. Musik pengiring yang digunakan adalah alat musik yang sederhana, yaitu ketipung, terbangan, gambus lunik (kecil), gambus balak (besar), dan penambahan satu alat gong kecil. Pembawa lagu dalam tari ini bisa perempuan, laki-laki atau bergantian. Tetapi, pembawa lagu harus dapat menyesuaikan dengan nada/irama musik bedana tersebut.

Busana yang digunakan penari Tari Bedana Pria: 1.Ikat Pujuk (Ikat Kepala), 2.Baju Teluk Belanga, 3.Sarung belipat (songket), 4.Celana Pangsi,  5.Kalung Sabik Inuh, 6.Ikat Pinggang Bulu Sertai. Sedangkan Wanita:1. Sanggul Malang, 2. Baju Kuning/Kebaya, 3. Kain Songket/Tumpal, 4. Kalung Papan Jajar, 5. Ikat Pinggang/Pending/Bulu Sertai, 6. Sual Khira, 7. Antin,8. Gelang Kanou/Kana.

Tata rias penari sangat sederhana, hanya menggunakan sedikit riasan untuk menambah nilai tampil. Lagu yang dibawakan berupa lagu berbahasa Lampung dan bahasa Indonesia yang berisi petuah atau nasehat. Contoh lagu yang dibawakan untuk mengiringi tari Bedana adalah Panayuhan, Mata Kipit dan Bedana.

BACA JUGA:  Pemerintah Kota Metro di Minta FORPETRA " Jangan Tergesa - gesa " dalam Tatakelola Pasar

Ragam Gerak

Ragam gerak Tari Bedana yang telah dibakukan pada tahun 1988 ada 9 macam ragam gerak, yaitu: 1. Tahtim/Tahto/Ngesit, 2. Khesek Gantung, 3. Khesek Injing, 4. Jimpang (Sembokh), 5. Humbak Moloh, 6. Ayun, 7. Gantung, 8. Belitut, 9. Gelek.

Pada masa kini Mayoritas Penarinya adalah remaja-remaja muda usia SMA yang sudah mulai merasakan cinta terhadap lawan jenis, atau biasa digunakan sebagai acara pamitan dari seorang calon pengantin kepada teman-temannya.

( Red / Dha / Dbs )