Elemen Penggiat Anti Korupsi ‘Soroti’ Beberapa Kasus Tipikor Yang Diduga ‘Mandek’ Di Bangka Belitung

419

 

*LSM Amak Pertanyakan Perkembangan Kasus Korupsi
* Perkara Kasus Korupsi BP3L Jalan ditempat
* Publik Minta Kejati Babel Segera Tetapkan Tersangka

PANGKALPINANG – Tiga Kasus ‘Besar’ korupsi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang sedang dilidik oleh Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Babel menjadi perhatian serius oleh masyarakat Babel khususnya para pegiat anti korupsi. Akankah kasus perkara korupsi tersebut sampai ke tingkat disidik sehingga sampai kepada penetapan tersangka (TsK).

Salah satunya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (Amak) Babel yang digawangi oleh Hadi Susilo juga memantau perkembangan tiga kasus korupsi yang sedang didalami oleh pidsus Kejati Babel.

Kepada Inspirasi Post , Ketua LSM Amak Babel Hadi Susilo menyampaikan selain mengapresiasi kinerja Kejati Babel dalam upaya melakukan kegiatan pencegahan korupsi di Bumi Serumpun Sebalai dengan kegiatan sosialisasi diinstansi  ada Provinsi Kep Babel, ia juga meminta agar Kepala Kejaksaan (Kajati) Babel serius untuk mendorong tiga kasus perkara korupsi yang sedang dilidik oleh bawahan bukan hanya sekedar retorika atau gertak ‘sambal’.

” Aku melihat pak Kajati belum serius menuntaskannya, kami akan tetap pantau terus 3 kasus besar ini, Pak Kajati kita jangan terkontaminasi dengan jejak Kajati yg terdahulu yg hobby SP3,” Tukas Hadi saat  ditemui Pewarta HPI Babel di salah satu kedai  kopi Kota Pangkalpinang, Sabtu (21/03/2020).

Lanjutnya, Kajati Babel harus mampu menunjukkan jati dirinya sebagai penegak supremasi hukum yang benar-benar professional, tidak tebang pilih, konsisten dan konsekuen dalam menjalankan tugasnya.

” Apalagi beliau mantan deputi penuntutan di KPK RI dengan segudang pengalaman pasti tiga perkara korupsi BP3L, Kredit BRI dan SHP Timah kadar atau Terak sangat mudah untuk ia tetapkan sebagai tersangka,” Tegas Hadi.

BACA JUGA:  Kejam !! Gadis Dibawah Umur di Perkosa dan Empat Tersangka di Bekuk Polisi

Perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sampai saat ini terkesan ‘tak habis-habisnya’ menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat tertentu.

Pasalnya masyarakat sendiri merasa ingin mengetahui jelas bagaimana ‘duduk perkara’ tipikor tersebut sehingga diketahui nanti siapa saja oknum atau pihak-pihak yang diduga terlibat dalam dugaan tindak kejahatan tersebut.

Diketahui tiga kasus perkara korupsi yang dianggap besar oleh publik Babel, beberapa waktu yang lalu pihak Kejati Babel melalui tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) sempat memanggil sekaligus meminta keterangan sejumlah pihak tertentu terkait perkara dugaan korupsi pembelian mineral jenis Terak atau Sisa Hasil Produksi (SHP) dalam jumlah hingga mencapai ratusan ton.

Namun kebijakan  pembelian SHP sejumlah mineral tersebut (Terak) atau timah kadar rendah oleh PT Timah Tbk justru diduga telah terjadi penyimpangan alias adanya dugaan korupsi dan mengakibatkan kerugian negara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh TIM Pewarta Inspirasi Post dilapangan, sudah belasan orang staf karyawan dan pejabat dibawah jajaran direksi/pegawai PT Timah Tbk belum lama ini  menjalani pemeriksaan oleh tim Pidsus Kejati Babel.

Selain itu, diketahui pihak internal PT Timah Tbk juga melalui bagian Sistem Pengawasan Internal (SPI) sudah melakukan pemeriksaan beberapa karyawannya antara lain ; divisi penerimaan barang, hasil laboratorium bahkan divisi pengamanan juga diperiksa oleh SPI PT Timah Tbk.

Kasus ini pun sempat pula menyita perhatian sekelompok para aktifis pegiat anti korupsi ‘Jarsi 98’ akhirnya menggelar aksi demontrasi di gedung lembaga anti rasua (KPK-RI) termasuk aksi serupa di gedung Kejaksaan Agung RI di Jalarta beberapa pekan lalu.

Dalam aksi massa Jarsi 98 tersebut saat itu mereka menuntut agar direktur utama perusahan plat merah itu (PT Timah Tbk) segera dicopot dari jabatannya termasuk para kroninya yang ikut terlibat dalam perkara timah kadar rendah (Terak).

BACA JUGA:  Berkembang Cepat, Presiden Jokowi Optimistis Ekspor Otomotif Indonesia Tembus Keluar Asia

Begitu pula sebelumnya selain kasus Terak, tim Pidsus Kejati Babel pun sempat pula memanggil sedikitnya 5 orang pegawai BRI cabang Pangkalpinang terkait dugaan perkara kasus korupsi kucuran dana penyaluran kredit kepada 41 debitur total senilai Rp 39 miliar sejak tahun 2017-2019 lantaran diduga telah terjadi penyimpangan atau merugikan keuangan negara.

Pihak manajemen BRI Cabang Pangkalpinang sejak berita tersebut marak diekpos di sejumlah media online hingga saat ini terkesan ‘menutup diri’. Bahkan sejumlah wartawan dari berbagai media sempat mencoba menemui pimpinan BRI tersebut namun pimpinan sulit untuk ditemui.

Tak cuma itu, pihak Pidsus Kejati Babel pun sebelumnya pula sempat memanggil dan memeriksa sejumlah pengurus Badan Pengelolaan, Pengembangan & Pemasaran Lada Provinsi Bangka Belitung (BP3L) Babel termasuk Zainal Arifin (ZA) selaku ketua BP3L Babel terkait dugaan penyimpangan IG (index geografis) White Papper (lada putih) dalam kegiatan ekspor lada dari Babel ke luar daerah.

Namun seiring proses pemeriksaan para pengurus BP3L Babel ini oleh pihak Kejati Babel justru kini telah terjadi pergantian pengurus baru dalam tubuh BP3L Babel.

Bahkan sebelumnya sedikitnya ada 9 perusahaan eksportir lada putih di Bangka sempat dipanggil dan diperiksa oleh tim Pengawas, Pembinaan & Pemasaran Lada (TP3L) Babel yang diketuai oleh Dr Zaidan SH M Hum.

Lantas bagaimana kelanjutan penanganan tiga perkara dugaan tipikor bernilai besar ini oleh aparat penegak hukum Kejati Babel?

Sementara itu kepala Kejati Babel, Ranu Miharza SH MH mengatakan terkait tiga perkara dugaan tipikor tersebut pihaknya aaat ini masih melakukan pendalaman. Namun saat proses penyelidikan pihaknya tidak dapat mempublikasikan kepada masyarakat.

“Msh pendalaman penyelidikan. Belum bisa dipublikasikan dulu. Khawatir mengganggu proses,” Kata Ranu dalam pesan singkatnya/Whats App (WA) yang diterima Pewarta HPI Babel, Sabtu ( 21/3/2020) siang.

BACA JUGA:  Latihan Praktek Mekatronika, Asah Keterampilan Taruna AAL Korps Teknik

( Red / Dha / Rikky )