Duka dan Apresiasi, Perjalanan Pemilu 2019.

150

 

Oleh : Zuhery.SH

Penulis adalah Mantan Ketua lMM      Kab.Lampu

 

…………………………………………………..

 

Pesta Demokrasi Pemilu 2019 telah selesai kita laksanakan, patut kita berikan Apresiasi kepada penyelenggara Pemilu. Karena menegakkan Demokrasi dan menjalankan semua tahapan dalam Pemilu bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Terbukti, dalam proses Pemilu serentak 2019 ini banyak penyelenggra pemilu yang meninggal dunia dan jatuh sakit. Tercatat hingga 90 orang anggota KPPS se-lndonesia meninggal dunia. Kemudian 374 lainnya dalam keadaan sakit.

Duka ini tidak hanya dirasakan oleh penyeleggara pemilu. Namun pihak Kepolisian juga merasakan hal yang sama. Tercatat 15 anggota Kepolisian yang gugur karena kelelahan dalam menjalankan tanggung jawabnya, sebagai pengamanan dalam proses pemilu serentak ini.

Namun penting kita ingat, bahwa demokrasi ini telah menciptakan konflik yang dalam pada sanubari kita sebagai bangsa. Kita bukan semakin kuat malahan semakin terpecah satu dengan yang lain. Lebih penting lagi, mestinya kita sadar bahwa demokrasi dengan model voting (kuantitas) yang selalu kita praktekkan hari ini, sudah jelas tidak akan menyelesaikan masalah yang substansial (kualitas).

Keluarga besar lkatan Mahasiswa Muhamadyah (IMM) Kotabumi Lampung Utara, turut berbelasungkawa atas duka yang menimpa penyelenggara pemilu khususnya KPPS, dan juga aparat Kepolisian yang harus gugur dalam menjalankan tugas kepemiluan ini.

Bung Karno sudah mengingatkan bahwa demokrasi kita bukan demokrasi liberal, melainkan demokrasi Pancasila. Yaitu, demokrasi yang mestinya menjunjung tinggi nilai musyawarah, bijaksana, legowo, mendahulukan yang ‘mumpuni’, dan seterusnya.

Untuk itu, kepada semua pihak agar tetap menjaga persatuan, dan kesatuan. Berbeda pilihan dalam Pemilu adalah hal yang biasa. Namun sebagai sesama anak bangsa lndonesia kita harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan NKRI.

BACA JUGA:  Mantap ?!?,  fully funded Akan Menjadi Basis Skema Dana Pensiun ASN