Dugaan ” Korupsi Anggaran Sertifikasi Doble ” Dinas Pendidikan, Memasuki Proses Pemeriksaan Polda Sulawesi Selatan

2253
Ilustrasi Demo Korupsi

 Makassar , Inspirasi Post-Kejahatan kerah putih atau kerap disebut ” Extraordinary Crime ” dalam kamus para penggiat Anti Korupsi dan Transparansi, Di sebabkan kejahatan itu tersistematis serta cenderung berjamaah. Hal tersebut mendasari LSM LEMKIRA ( Lembaga Monitoring Kinerja Aparatur Negara ) Propinsi Sulawesi Selatan melaporkan Dugaan ” Korupsi ” yang ada di Dinas Pendidikan  kepada pihak Kepolisian Daerah Propinsi Sulawesi Selatan, Dengan dugaan Kasus Korupsi Anggaran ” Sertifikasi Doble ” yang sudah memasuki pengambilan bahan keterangan ” Pulbaket ” dari pelapor , untuk mulai masuk pada tahapan selanjutnya, 23/03/2018 lalu.

Rizal Noma , Ketua Umum DPP LSM LEMKIRA Sulawesi Selatan , saat di wawancarai  oleh Inspirasi Post , mengatakan ,

” Kami baru selesai diperiksa oleh subdin 3,tipikor polda Sulawesi Selatan, Untuk diambil keterangan terkait laporan LSM LEMKIRA terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi pada Dana Anggaran Negara pada lini Sertifikasi yang di duga doble dan masuk ke rekening pribadi Oknum Dinas tersebut ” tegasnya.

Rizal Noma, Ketua Umum LSM LEMKIRA Sulawesi Selatan, saat memberikan klarifikasi terkait laporan ke Polda Sulsel atas dugaan ” Korupsi Sertifikasi Dobel ” beberapa waktu lalu.

bulan Desember 2017,pencairan dana sertifikasi , Pencairan itu berdasarkan beberapa kriteria diantaranya, golongan , Pendidikan dll yang telah tertulis dalam peraturan tentang Sertifikasi itu.

Dengan estimasi guru yg dapat tunjangan adalah,guru yang telah sertifikasi, Guru dengan Pendidikan Sarjana / S,1. per 6 bulan, dibayarkan RP.21,675,000.Dana yang menjadi Hak Guru.

 ” Setelah masuk ke rekening para guru, itu ditambahkan lagi dgn jumlahnya yg sama, setelah melewati 3 hari kemudian,maka Koordinator Pengawas ( Korwas),  Nurlely Basir memerintahkan Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Sekolah atau kerap disebut MKKS Kota Makassar, Drs.zulmankar,MM, untuk mengembalikan kembali dana tersebut ke Rekening pribadi Nurley Basir ( Korwas,Red).Hal ini tentu memantik suatu analisa , telah terjadi Dugaan  ” Konspirasi Jahat atas Kejahatan Tersitematis / Extra Ordinary Crime ” yang kerap dilakukan oleh para pelaku dugaan tindak Pidana Korupsi” Tegas Aktivis Anti Korupsi ini.

 

BACA JUGA:  Aduuh !?! , Pemberian Fasilitas Kepada Wakil Rakyat " Setengah Hati " di Kota Metro

Atas inisiasi itu akhirnya Ketua MKKS Kota Makassar mampu mengumpulkan Anggaran dari situ sebesar Rp..200 juta. Tetapi ada hal menarik ternyata sang Algojo juga melakukan perintah kepada sdr.Drs.Azman,Mpd , juga bekerja sebagai Pengawas berhasil mengumpulkan Anggaran sebesar Rp.64.000.000/ juta , Bahkan para guru juga ada yang langsung menyetorkan kepada Korwas menyetor dengan total Anggaran sebesar Rp.600.000.000 / Juta , tanpa menaruh rasa curiga sedikit pun ” Jelasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam hal ini melalui Sub Din 3 , divisi yang menangani tindak Pidana Korupsi bertindak cepat merespon Laporan Dugaan Kejahatan Kerah Putih / Extra Ordinary Crime yang akrab disebut ” Korupsi ” oleh DPP LSM LEMKIRA Propinsi Sulawesi Selatan , Telah masuk tahapan pemeriksaan atau pengambilan keterangan sebagai dasar ” Pulbaket ” atau Pengumpulan Bahan dan Keterangan untuk memasuki tahapan periksaan selanjutnya sebagi bukti respon cepat Pihak Kepolisian atas Laporan Tersebut. 

(Yudha Saputra / Red / Rls)