Dugaan ‘Konspirasi Jahat’ Manipulasi HPS Pasar Kopindo Rugikan Negara Puluhan Miliar

536

Kota Metro –  Dugaan ‘Konspirasi Jahat’ dalam manipulasi Harga Perhitungan Sementara (HPS) Pasar Kopindo, menyebabkan ‘Kerugian Keuangan Negara’ Hingga mencapai angka Puluhan Miliar. Hal tersebut berdasarkan perhitungan yang di berikan oleh stake holder terkait dalam hal ini Dinas Pasar ( Sekarang Dinas Perdagangan dan Pasar )  yang diajukan kepada DPRD Kota Metro.

Pada perhitungan tersebut pihak Dinas memberikan rincian angka pendapatan dalam per tahun mencapai Rp.1 miliar rupiah dan dengan rencana pemugaran atau penataan Kawasan Niaga Terpadu yang salah satu nya adalah Pasar Kopindo diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dari jumlah sebelumnya.

Hi.Sudarsono atau akrab disapa ‘Lek Darsono’ yang merupakan Ketua DPRD Kota Metro pada era tersebut, saat memberikan keterangan kepada Portal Berita Inspirasi Post.com mengatakan, Pada kala itu pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Pasar mengajukan beberapa poin mengenai plan pembangunan kawasan Niaga Terpadu , Yang salah satu nya adalah pasar kopindo , Dengan pertimbangan beberapa hal yang sangat dipandang penting seperti kondisi bangunan , HGB yang telah usai masa berlaku nya serta beberapa hal lain dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah , keindahan kota , Membuka lahan pekerjaan, Meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sehingga mampu sejahtera,  sebagai maksud dan tujuan program penataan kawasan niaga tersebut.

” Pihak eksekutif dalam hal ini Dinas Pasar mengajukan beberapa poin pengajuan plan kawasan niaga, yang salah satunya adalah pasar kopindo kota metro. Dengan beberapa pertimbangan berdasarkan data serta keterangan yang diberikan serta bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Daerah serta meningkatkan taraf kesejahteraan perekonomian masyarakat maka saya yang kala itu menjadi Ketua DPRD, melalui proses atau tahapan memberikan rekomendasi peningkatan atau peremajaan pembangunan pada kawasan Kopindo dengan catatan hal tersebut memang benar bertujuan untuk Kemajuan Daerah dan kesejahteraan rakyat.” tegas Politisi yang dikenal kritis ini.

BACA JUGA:  Jurus Jitu !?, Kesaksian Edwin Hanibal Sebagai Saksi Meringankan Mustafa dari Jerat KPK

Untuk diketahui pada sebelum diberikan rekomendasi persetujuan penataan kawasan pasar kopindo , Pendapatan dari sektor kawasan tersebut mencapai angka Miliaran pertahun tetapi pasca penataan yang seharusnya berdasarkan perhitungan sebelum dan sesudah harus lebih tinggi, tetapi pada realita nya malah mengalami penurunan ‘Drastis’ bahkan sangat jauh dari target yang dipaparkan pada presentasi saat mengajukan permohonan penataan.

Pasca penataan kawasan perdagangan eks Pasar Kopindo, Pihak pengelola dalam hal ini pihak kedua dalam kontrak kerja dengan nomor 04/KSAD/07/setda/2104 dan 01/ssw-tmp/20/pks/VII/2014, dengan sistim bangun guna serah atau disebut ‘ Build Operate Transfer’ .

Pihak kedua hanya memeberikan kontribusi bagi daerah sebesar Rp.183.516.000 dalam pertahun nya hingga 30 tahun kedepan sejak kesepakatan itu ditanda tangangi oleh Pihak eksekutif dalam hal ini Walikota dengan Pihak PT Satria Sukarso waway dan join patnernya PT.Tiga Satu mandiri yang dikuasakan kepada Sdr.Monica ST.

Yudha Saputra – Koordinator Nasional ‘ Matta Institute ‘

Ketimpangan yang sangat mencolok tersebut memantik sejumlah aktivis yang tergabung pada organisasi MATTA Institute ‘Mengecam’ tindakan kejahatan berjamaah ini, melalui Koordinator nya, Yudha Saputra saat memberikan tanggapan nya terkait hal ini mengatakan, Kami menduga ada konspirasi jahat didalam masalah ini , karena ketimpangan pendapatan anggaran yang sangat ‘mencolok’,  serta jauh dari perhitungan secara periodik.

“Kami meminta secara tegas harus dilakukan perhitungan ulang, agar ‘Aktor Utama’ dapat terungkap, apabila diketemukan perbuatan melawan hukum yaitu memang hal tersebut menjadi ‘Arena Bancakan’ maka kami akan melporkan hal ini kepada pihak berwenang untuk menindak lanjuti nya.” Tegas aktivis yang dikenal kritis ini.

( Redaksi / Bersambung )