Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd:  UNBK Bisa Meningkatkan Integritas Siswa dan Mengukur Pencapaian Kompetensi

574
Sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional, siswa – siswi SMAN 1 Kotagajah, melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kotagajah, Inspirasi Post – Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd mengatakan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan amanah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang bertujuan, untuk mengukur pencapaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran secara Nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kelulusan (SKL).  Dengan UNBK, juga secara faktual bisa meningkatkan nilai integritas moral atau kejujuran.

Pasalnya, ruang untuk anak-anak berbuat tidak jujur sama sekali tidak ada. Nilai-nilai kejujuran harus terus ditingkatkan dan salah satunya melalui pelaksanaan ujian baik yang manual atau pun UNBK.“Secara faktual, tingkat kejujuran lebih meningkat, karena memang tidak ada ruang untuk berbuat tidak jujur,” kata Dasio Priambodo kepada Inspirasi Post, Senin (26/3/2018).

Kepala SMA Negeri 1 Kotagajah, Drs.Hi. Dasio Priambodo, MPd foto bersama dewan guru yang selama ini banyak berjasa menserdaskan anak bangsa.

Lebih lanjut Dasio Priambodo mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer akan mengurangi kebocoran soal, kecurangan, akses soal. Selain itu, penggunaan komputer dalam UN bisa menekan ketidakjujuran di kalangan siswa khususnya SMAN 1 Kotagajah sebagai ujung tombak pembangunan bangsa. Sebab, soal ujian bisa berbeda dari satu siswa dengan yang lain. “Tahun ini, kata Dasio, nilai integritas atau kejujuran harus lebih baik dari tahun sebelumnya. Anak anak SMAN 1 Kotagajah, kata dia, harus mampu menerapkan proses pendidikan yang didalamnya ada nilai-nilai kejujuran dan tidak berbuat curang.

Sebelumnya, saya sudah memberikan amanat kepada anak-anak, mengenai pelaksanaan UN baik yang konvensional atau pun UNBK bukan hanya sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari penerapan proses pendidikan itu sendiri. “Mudah-mudahan saja, nilai integritas bisa terus naik dan bisa lebih baik lagi disamping nilai hasil UN meningkat,” jelasnya.

Masih di katakan Dasio, selain itu UN diadakan dalam melaksanakan peraturan pemerintah (PP) 19/2015 yang direvisi menjadi PP 32/2014 dan PP 13/2015. Menurutnya, UN sebagai sub-sistem dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP) menjadi salah satu tolak ukur pencapaian SNP dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan Nasional.

Sistem UN yang akan dilaksanakan tahun 2018 akan menggunakan dua sistem, yaitu sistem UN berbasis kertas (Paper Based Test, PBT), adalah sistem ujian yang digunakan dalam UN dengan menggunakan naskah soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) berbasis komputer. UN-CBT dilaksanakan bersamaan dengan UN-PBT, namun akan berakhir berbeda karena dalam sehari hanya ada satu mata pelajaran yang diujikan. Sedangkan, jumlah peserta yang dapat menempuh UN-CBT setiap harinya dibatasi oleh jumlah ataupun ketersediaan komputer di sekolah penyelenggara,” jelas Dasio. (Ipung/Red)

BACA JUGA:  WATIMPRES : Masyarakat Konstruksi Menjadi Salah Satu 'Kunci' Perkembangan Pembangunan di Indonesia

Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (PIMPINAN REDAKSI)