Dr. Widagdo Gondowardoyo dan Ny. Fariajati Setiawan Memakai ‘Strategi Jitu’ Mampu Rugikan Negara RP. 58 Miliar Lebih

443

Jakarta –  Perusahan PMDN, PT. Saptindo Surgica pada 13 November 1989, yang bergerak di bidang usaha Rubber Glove Manufacturing (Sarung Tangan) , perusahan yang dimiliki oleh Widagdo dan Fariajati awalnya  meminjam Uang dari ex Bank Dagang Negara (BDN) dan masih berhutang sejumlah Rp.64.550.297.868.- belum termasuk biaya administrasi pengurusan Piutang Negara sebesar 10%, oleh sebab itu PT. Bank Mandiri Cabang Tanggerang Ex BDN, menyerahkan pengurusan piutang Negara Macet atas nama PT. Saptindo Surgica/Dr. Widagdo Gondowardoyo/Ny. Fariajati Setiwan kepada Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Bogor (PUPNC) untuk Menerbitkan SURAT PAKSA Nomor : SP.2086/PUPNC.15/99, Memerintahkan Perusahan tersebut melalui Dr. Widagdo dan Ny. Fariajati Setiawan, untuk Membayar segera Hutangnya kepada Negara seperti yang tersebut dalam surat paksa sebesar Rp.64.550.297.868.- termasuk Biaya admistrasi sebesar 10%.

Portal Berita Inspirasi Post.com  menerima laporan masyarakat terkait hal tersebut, ternyatà ditemukan banyak keganjilan, terkait penyelesaian Piutang Negara yang Diduga dilakukan Dr. Widagdo dan Ny. Fariajati, sehingga terbit surat dari Panitia Urusan Piutang Negara Cabang Banten (PUPN) Cabang Banten Nomor: 187/PUPNC.14.02/2011, perihal: Pernyataan Piutang Negara Sementara Belum Dapat Ditagih, (PSBDT).

Kepada Widagdo, setelah Penanggung Hutang atau Penjamin Hutang menyetor Rp.5.700.000.000.- sebagian kecil Piutang PT. Saptindo Surgica kepada Negara dari hasil penjualan Asset PT. Saptindo Surgica dengan cara, tidak melalui Proses Lelang Resmi, hal ini diketahui berdasarkan keterangan yang diterima dari staf KPKNL Cabang Tanggerang karena tidak ada Dokumen Hasil Lelang PT. Saptindo pada kantor KPKNL Cabang Tanggerang.

Atas penjualan Asset milik PT. Saptindo Surgica, hal itu tidak melalui mekanisme peraturan yang berlaku, Diduga ada Kongkalikong antara Dr. Widagdo dengan pihak Oknum Bank Mandiri berinisial PP dan AA ( inisial disamarkan , red ), serta Sigit Setiawan yang menandatangani a/n Ketua Panitia Surat Pernyataan Piutang Negara Sementara Belum Dapat Ditagih ( an.PT tersebut juga ).

BACA JUGA:  Ditjen Pajak, Perbankan Harus Laporkan Transaksi Kartu Kredit !!

Sebagai dasar informasi atau berita yang berimbang pihak portal berita Inspirasi Post melakukan penelusuran ke PT. Bank Mandiri RCR I Group jalan Gatot Soebroto kav 36-38 sebagaimana tertera pada Surat PSBDT.

Untuk memastikan hal itu, tetapi tidak keterangan yang diterima tidak ada group RCR I seperti dimaksud.

Tak hanya itu tim terus melakukan penggalian dengan menemui Kepala Desa Luwilimus, tempat lokasi keberadaan PT. Saptindo Surgica, keterangan hasil wawancara dengan Kades Luwilimus Karmawan diketahui Lahan dan Pabrik PT. Saptindo Surgica masih tetap milik Dr. Widagdo dan Ny. Fariajati walaupun PT. Saptindo Surgica telah mengganti nama menjadi PT. Goodwill Indonesia Jaya.

Bp.Nasir Bin Umar ( Dewan Pembina Perusahaan Pers Inspirasi Post Grup ) di sesia Investigasi Reporting.

Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Proses Penjualan Asset PT. Saptindo tidak melalui prosedur Lelang Resmi telah ‘Terbukti ‘ .

Di duga penjualan asset tersebut hanya rekayasa yang dilakukan oleh Dr. Widagdo serta  oknum pejabat yang tidak bertanggung jawab.

Dalam hal ini PT. Saptindo Surgica yang notabene adalah milik  Dr. Widagdo Gondowardoyo dan Ny. Fariajati Setiawan sengaja diciptakan ‘Aroma’  seolah telah Bangkrut agar lolos dari jeratan sisa Piutang yang harus dibayarkan kepada Negara sejumlah Rp.58.Miliar lebih.

‘Strategi Jitu’ memang diciptakan sehingga mampu Rugikan Negara sampai puluhan miliar rupiah.

Hingga berita ini diturunkan, Kasus Piutang yang telah Rugikan Negara Puluhan Miliar, dan Perbuatan Pembohongan terhadap Negara dan Publik, TIM Investigasi Media  Mapikor ( Inspirasi Post Media Networking ) telah melakukan Konfirmasi meminta Klarifikasi sekaligus sebagai Hak Jawab kepada Dr. Widagdo Gondowardoyo melalui Surat No.005/PU-PR/KMK/I/2020 Tertanggal 15 Januari 2020 akan tetapi tidak ditanggapi oleh pihak Dr. Widagdo Gondowardoyo dan Ny. Fariajati Setiawan.

( Tim / Pimred / Dewan Penasehat / IP Media Networking )