DPW IMO Jawa Timur Gelorakan ‘Pers Pemersatu Bangsa’

37

TULUNGAGUNG – JATIM | Konsolidasi Ikatan Media Online (IMO) Indonesia DPW Jawa Timur, berlangsung lancar, Sabtu, 7 Desember 2019, di Dhahar Kanjengan, Kabupaten Tulungagung.

Pada kesempatan yang dihadiri sedikitya 25 pegiat media online di Jawa Timur itu melahirkan kesepakatan dan program.

 

Dalam sambutannya Ketua Dewan penasehat Didi Eko Sutjahjo,SE dari media Harian-News.com menyampaikan pentingnya organisasi guna mencapai tujuan bersama. Ia berpesan agar dalam pengelolaan organisasi mengacu pada AD/ART dan mengutamakan transparansi.

“Saya berharap DPW IMO Jawa Timur di bawah kepemimpinan Mas Arief Gringsing mampu mewujudkan misi dan visi IMO dan melaksanakan program kerjanya mewujudkan pers untuk mencerdaskan kehidupan bngsa dengan pemberitaan yang baik dan benar,” kata pria yang akrab disapa dengan Pak Didiet itu.

IMO mempunyai VIsi menjadi Organisasi Media Online yang berimbang dalam pemberitaan dan pemersatu kebhinekaan.  Sedangkan Visinya adalah Menjadikan Media Online bagian dari industri pers yang memiliki nilai tambah, memperjuangkan regulasi yang berpihak kepada industri pers online dan Mencerdaskan kehidupan berbangsa dengan pemberitaan yang benar dan berimbang (cover both side).

Sementara itu, Arief Gringsing selaku ketua saat dikonfirmasi awak media menyampaikan, ya, konsolidasi ini sebagai upaya menyamakan persepsi dan pemikiran kami dari pengurus DPW IMO Jawa Timur, guna mewujudkan visi dan misi serta program –program kerja kami.

“Program kerja dalam waktu dekat adalah menyelesaikan aspek legalitas secara organisasi berkoordinasi dengan para pihak termasuk Pemprov. Jawa Timur, konsolidasi  DPC IMO di 29 kabupaten dan 9 kota se Jawa Timur, meningkatkan kualitas jurnalis media online, dan menjadi pers sebagai pemersatu bangsa dan kebhinekaan, dan akan tetap menjaga marwah jurnalisme sebagai kontrol sosial penyampai kebenaran dan jadi  pilar demokrasi,” kata Arief Gringsing.

BACA JUGA:  Ribuan Pendukung Ridho Ficardo Sambut Parade  Ogoh-ogoh

( Red / Dha / IMO Indonesia )