DPRD Sesalkan, Kepala SMPN 10 Metro Tidak Terima Dikritik Arogan

1221
Anggota Komisi II Alizar saat berikan keterangan kepada Inspirasi Post, terkait Kepala SMPN 10 Metro tidak suka di kritik oleh wakil rakyat

METRO, Inspirasi Post – Anggota Komisi II Alizar sesalkan, tindakan Kepala SMPN 10 Metro, Supardi tidak terima dikritik. Pasalnya, beberapa media cetak maupun online gencar memberitakan dan di sebut arogan oleh para guru.

Anggota Komisi II Alizar mengatakan, stetmen yang dilontarkan di media masa itu sudah sesuai dengan poksinya, yaitu tugas Komisi II membidangi masalah pendidikan. Selain itu, ada laporan para guru, bahwa Kepala SMPN 10 Metro kerap bertindak arogan dan mengeluarkan ancaman bahkan membanting SK mutasi di hadapan sejumlah guru. Perlu di ketahui tugas DPRD adalah, menyerap, menghimpun dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” tegas Alizar kepada Inspirasi Post.

Lanjut Alizar, sebagai lembaga Negara yang merupakan wakil rakyat, maka dari itu, DPRD wajib dan memiliki tugas untuk mendengarkan aspirasi serta keluhan dan kebutuhan masyarakatnya termasuk keluhan para guru yang menilai Kepala SMPN 10 Metro, Supardi terkesan bertindak arogan dan mengeluarkan ancaman juga sering menjual nama Walikota,” ujarnya.

Masih di katakan Alizar, pihaknya sangat menyayangkan sikap Kepala SMPN 10 sempat menghubunginya melalui henphon seluler dan terkesan tidak terima mendapat kritikan. Seharusnya, kata dia, dalam permasalahan tersebut, sebagai pimpinan di sekolah harus bijak dan cepat mengambil langkah positif agar dapat diselesaikan dengan baik melalui musyawarah, bukan sebaliknya saling menyalahkan,” ungkapnya.

Guru bahasa Indonesia, Lili Apriyani, S.pd menunjukan SK alih tugas yang sempat di lempar SK tersebut oleh Kepala SMPN 10 Metro.

Tempat terpisah, Kepala SMPN 10 Metro, Supardi membantah mencatut nama Wali Kota Metro Achmad Pairin, saat memberikan teguran kepada para guru di sekolah tersebut. “Apa yang dibilang guru soal itu, semua tidak benar, alias hoaks,” pungkas Supardi, saat memberikan klarifikasi di hadapan para wartawan, di Kantor PWI Metro, Jumat (23/2/2018).

Sebelumnya, penyataan guru bahasa Indonesia SMPN 10 Metro, Lili Apriyani menyebut, Supardi kerap bertindak arogan dan mengeluarkan ancaman kepada para guru. “Ia pun kerap menyebut nama wali kota saat memberikan ancaman. “Setiap ada hal-hal yang tidak mengenakkan di sekolah, selalu mengancam guru akan dimutasi. Bahkan, dia juga membanting SK mutasi di hadapan saya dan beberapa guru lain,” bebernya. (Editor: Purwadi)

BACA JUGA:  Apel Mingguan Terakhir di Pergunakan " Bupati Cantik " sebagai Momentum HalalBihalal Bersama Jajaran di Lampung Timur
Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)