DPRD Minta, Walikota Tegas dan Copot Jabatan Kepsek SMPN 10 Metro

1267

METRO, Inspirasi Post – Anggota Komisi II Alizar mengatakan, sikap arogansi yang dilakukan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 10, Supardi terhadap para guru, diharapkan Walikota tegas mencopot jabatannya. Pasalnya, ulahnya sudah bukan kali ini dilakukan, tetapi sudah berulang kali meresahkan sekolah.

Menurutnya, sikap Kepsek SMPN 10 Metro, tidak mencerminkan prilaku yang baik terhadap guru di sekolah.Ia juga sering mengancam para guru untuk dimutasikan. Aklibat perbutannya, seluruh guru disekolah tersebut melakukan aksi protes tidak masuk kelas dan meminta dimutasi seluruhnya. Hal tersebut tentunya, akan menggangu dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah,” kata Anggota Komisi II Alizar kepada Inspirasi Post, Jumat (23/2/2018) di ruang kerjanya.

Lanjut Alizar mengatakan, jabatan Kepsek sudah di atur dalam Permendiknas No. 28 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007. Dalam aturan ini, pemerintah memandang perlu adanya standar penentuan kualifikasi seseorang untuk dapat diangkat sebagai Kepsek, yaitu kepribadian berakhlak mulia, mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas disekolah.

Anggota Komisi II Kota Metro, Alizar

Kemudian, kata Alizar, seorang Kepsek juga harus memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin, yakni memiliki keinginan yang kuat di dalam pengembangan diri sebagai pemimpin di sekolah. Seperti, bersifat terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah dan memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. Namun dalam hal tersebut, Kepsek SMPN 10 Metro tidak memiliki jiwa pemimpin di sekolanya,” tegasnya.

Masih di katakan Alizar, seorang Kepsek dituntut harus memiliki kompetensi sebagai berikut, erkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu, Kepsek harus mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar-staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah.

BACA JUGA:  Permainan Jadul Adu Kelereng, Ternyata Mampu Melatih Motorik Tubuh

Kemudian, mampu melengkapi guru dan staf dengan ketrampilan-ketrampilan profesional agar mereka melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Satu sama lain, saling melengkapi staf dengan keterampilan-keterampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaruhiuntuk kemajuan sekolahnya. Selanjutnya, pemimpin di sekolah mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah dan mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat serta mampu menerapkan manajemen konflik,” ujarnya.

Dewan menilai hubungan antara guru dan kepala sekolah sudah tidak kondusif, yang akhirnya mengganggu proses belajar dan mengajar disekolah tersebut. “Kalu sudah tidak kondusif, yang di khawatirkan imbasnya ke siswa belajar nantinya. “Ini kota pendidikan, yang harus kita sikapi. Lalu disayangkan Kepala Sekolah SMPN 10 ini juga sering menjual nama Walikota.

“Apa kaitannya dengan walikota. “Lebih baik diganti saja. Banyak calon Kepala Sekolah yang cakap di Metro ini. Alizar berpesan kepada seluruh Kepsek yang ada di Kota Metro, supaya dapat menjalin komunikasi dengan baik kepada para gurunya. “Supaya hal serupa tidak terulang kembali di sekolahan lain,” tutupnya. Editor: (Purwadi/Red)

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)