DPC Pospera Curigai Adanya ‘ Konspirasi Jahat ‘ Saat Opal PLN di Lampung Utara

177
Lampung Utara-PT. Lisna selaku pihak ketiga yang ditunjuk sebagai Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) diduga melakukan “Negosiasi di Tempat” saat melakukan pemeriksaan atau Opal di Wilayah Kelurahan Sribasuki Kotabumi Lampung Utara.
Dugaan “damai di tempat” yang dilakukan oleh oknum PT. Lisna ini diketahui oleh Juaini Adami, Ketua DPC.Pospera Kab.Lampung Utara, setelah dirinya mendapatkan laporan dari masyarakat setempat.
Menurut, Juaini pihaknya mendukung penuh adanya P2TL yang dilakukan oleh PLN Lampung Utara. Namun dirinya menyayangkan, pada saat melakukan penertiban di rumah – rumah warga, ada dugaan penyimpangan (damai di tempat) yang dilakukan oleh oknum perusahaan.
“Kalau hukum ini mau ditegakkan, tegakan betul, tidak boleh ada istilah 86 atau damai ditempat, Ayo kita turun sama-sama, kita cek lagi dan saya akan buktikan bahwa warga Sribasuki dimintai uang sebesar 1.500.000 untuk damai ditempat,” tegas Juaini Adami di hadapan Manajer ULP PLN Cabang Rayon Kotabumi, Danil, Rabu (4/9/2019).
Selain itu, agar dalqm hal ini tidak menimbulkan fitnah, pihaknya akan mengumpulkan bukti-bukti lain atas dugaan damai di tempat atau 86 yang dilakukan oleh PT. Lisna di beberapa wilayah pada saat melakukan penertiban.
Oleh sebeb itu dirinya berharap, kepada PLN Lampung Utara agar dalam melakukan penertiban dapat melibatkan organisasi masyarakat, LSM dan wartawan.
Dalam menanggapi pengaduan ketua DPC.Pospera Lampung Utara, Menejer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Cabang Rayon Kotabumi, Danil saat dikonfirmasi, mengatakan, di setiap pagi pihaknya kerap melakukan Briefing dan menyampikan kepada seluruh petugas Opal, bahwa pada saat melakukan pemeriksaan harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Bahkan lanjut Danil, saat melakukan briefing dirinya menyampaikan kepada petugas lapangan agar menghindari hal-hal seperti yang disampaikan oleh Juaini Adami (Ketua Pospera).
“Artinya kami selalu memberikan arahan kepada para petugas untuk melakukan tugas sesuai dengan aturan dan SOP, tidak ada penyelesaian ditempat, semua penyelesaian harus dilakukan di di kantor PLN,” kata Danil.
Saat ditanya, jika yang apa yang disampaikan oleh ketua Pospera ini terbukti. Danil mengaku bahwa pihaknya akan melakukan teguran kepada pimpinan PT. Lisna terkait informasi yang telah mereka terima.
“Pengaduan yang disampiakan ini nantinya meluas, kita belum tahu persis dimana titikya, nanti kami akan konfirmasi dan akan kami pastikan terkait informasi yang kami terima hari ini,” pungkasnya. ( Red / Dha / Riki )
BACA JUGA:  Hebat !! , Jalan Mustafa Menuju Pilgub 2018 Makin Mulus Dengan Rekomendasi Hanura