Ditjen Pajak, Perbankan Harus Laporkan Transaksi Kartu Kredit !!

299

Jakarta, Inspirasi Post

Perbankan atau penyelenggara Kartu Kredit  akan diwajibkan melaporkan segala  transaksi  kartu kredit dengan nominal  tagihan di atas Rp 1 miliar pertahun,kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak.Transaksi kartu kredit maupun saldo rekening nasabah yang berada bank ataupun lembaga jasa keuangan lain, Hal ini untuk untuk menguji kepatuhan wajib pajak.

Direktur Pelayanan, Penyuluhan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak ,Hestu Yoga Saksama , Mengatakan,

laporan tersebut dapat menjadi data pembanding untuk intensifikasi pajak.

“Taruh lah Anda lapor di surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak cuma Rp 10 juta penghasilannya, tapi belanja Rp 100 juta. Nah itu indikasi bahwa laporan Anda di SPT tidak benar,” kata Yoga di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (6/2).

Masih menurut dia,

Adapun Ditjen Pajak, sempat memberlakukan pelaporan transaksi kartu kredit namun tanpa ambang batas alias threshold seperti yang akan diberlakukan ke depan. Artinya semua transaksi kartu kredit dilaporkan. Namun, ketiadaan threshold dianggap dapat memicu kekhawatiran masyarakat dalam berbelanja. ”

Nah, kami belajar dari yang dulu supaya tidak terjadi kegaduhan segala macam. Ini kami beri threshold, tidak semua kami minta. Periode penyampaiannya setahun sekali saja,” ucapnya. Adapun aturan mengenai hal ini tengah dipersiapkan Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, ia mengatakan laporan transaksi paling lambat diserahkan bank atau penyelenggara kartu kredit pada April 2019, untuk transaksi yang terjadi sepanjang Januari hingga Desember 2018. ( KD / Dha )

BACA JUGA:  Pengacara 'Muda' Ibukota Didaulat Menjadi Wakil Ketua Bidang Perlindungan Wartawan DPW HPI Lampung