Disnaker Babel Diterpa Masalah, Setelah Dugaan Asusila, Narkotika, Perkelahian, Tiga Pejabatnya Diperiksa Kejati Babel

788

* Kicauan Kabid, Kadis Disnaker Babel Diperiksa Kejati Babel

Babel, Pangkalpinang – Sungguh memperihatinkan sekaligus memalukan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung dalam kurun beberapa hari ini nama baik Pemprov Kep Babel tercoreng oleh ulah oknum Aparat Sipil Negara (ASN) dilingkungan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Kep Babel.

Pasalnya setelah dugaan kasus pencabulan/asusila terhadap bawahannya yang diketahui korban bernama Neval telah mendapatkan perlakuan tidak pantas yang dilakukan oleh oknum Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Hubungan Industrial (HI) ketenagakerjaan dan Jamsostek Efendi. Perbuatan yang merendahkan harkat martabat seorang wanita dilakukan oleh atasannya dengan jabatan Kabid Pengawasan Hi Ketenagakerjaan dan Jamsostek yang dilakukan pada saat rapat dan sewaktu pulang kerja, bahkan kejadian bukan saja menimpa Nelva namun juga terjadi kepada ASN wanita yang lainnya, sehingga korban (Nelva-red) melaporkan perbuatan tersebut ke Inspektorat Pemprov Babel.

Namun sayangnya, peristiwa yang memalukan itu belumlah redam dan masih hangat menjadi perbincangan masyarakat/publik Babel, baru-baru ini HR alias REK oknum tenaga honor Balai Pelatihan Kerja (BLK) Disnaker Prov Kep Babel ditangkap oleh Sat Narkoba Polres Pangkalpinang pada Kamis (4/6/2020) pukul 22.10 WIB. RH ditangkap dikarenakan terbukti menyimpan barang narkotika, berupa 10 paket narkotika jenis sabu, 3 butir ineks, timbangan digital dan uang tunai Rp350 ribu.

Photo : Kadisnaker Prov Kep Babel Harrie usai diperiksa Kejati Babel

Diketahui HR yang kesehariannya berprofesi sebagai Satpam ini, diamankan saat sedang berada di halaman kantor BLK, Jalan Pulau Pelepas Kelurahan Padang Baru Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah.

Tak lama kemudian tersiar kabar pada Kamis sore (4/6/2020) sekitar pukul 17.00 WIB terdengar kabar 2 orang pegawai negeri sipil (PNS) Disnaker Pemprov Babel berkelahi di dalam sebuah ruangan, 2 orang PNS itu berinisial: PR dan DE. Sedangkan salah satu PNS yang menyaksikan kejadian memalukan itu berinisial DO.

BACA JUGA:  Gandeng Satres Narkoba, Kepala Rutan Sawahlunto Razia Narkoba di Sel Tahanan 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan, duel yang memalukan itu ditenggarai saling tuding atas suburnya praktek pungli-pungli yang terjadi selama ini. Puncaknya para PNS yang berduel itu saling tuding dalang pelapor ke Kejaksaan sampai Kadis Harrie itu diperiksa atas berbagai korupsi yang terjadi. Mulai dari penyimpangan PAD, Pungli hingga SPPD.

Photo : Effendi Kabid Pengawasan HI, Ketenagakerjaan dan Jamsostek

Peristiwa yang memalukan itu dan kicauan Effendi selaku Kabid Pengawasan HI membongkar kebobrokan apa yang terjadi didalam lingkungan Disnaker Prov Kep Babel, seolah-olah ia merasa banyak berjasa telah menyelamatkan keuangan negara seperti penyimpangan anggaran PAD, praktek pungutan liar (Pungli-pungli) dan ketidakberesan yang lainnya dilingkungan Disnaker Prov Kep Babel seperti yang diungkapkannya di beberapa media online.

Kicuan Efendi menjadi pintu masuk pihak kejaksaan tinggi (Kejati) Babel untuk melakukan penyelidikan yang mendalam terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor).

Pada hari Kamis (4/06/2020) akhirnya tiga pejabat dilingkungan Disnaker Provinsi Kep Babel Kepulauan Babel diperiksa oleh penyidik Intelijen Kejati Babel, ketiganya diperiksa diduga terkait adanya dugaan Tipikor perizinan faktor hazard, penyimpangan PAD, Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dan pungutan liar (Pungli) dibeberapa perusahaan.

Tiga pejabat yang dipanggil untuk dimintai keterangan oleh penyidik Kejati Babel yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Harrie Patriadi, Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Ketenagakerjaan, Hubungan Industrial dan Jamsos, Efendi dan Kasi Pengawasan Ketenagakerjaan, Yudiansyah.

Berdasarkan pantauan Pers Babel saat itu, Kabid dan Kasi Dinas Tenaga Kerja Babel menjalani pemeriksaan sekitar 7 jam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Ketiganya memasuki ruangan penyidik mengenakan kemeja batik.

Kabid Pengawasan Ketenagakerjan, Hubungan Industrial dan Jamsos, Babel, Efendi saat ditanya wartawan terkait pemeriksaan yang dilakukan penyidik, ia engan memberikan keterangan kepada pers Babel.

BACA JUGA:  Ketua IMO Indonesia Wilayah Bangka Belitung Secara Tegas Meminta Pemerintah 'Netral' Serta Merangkul Semua Pekerja Pers di Babel

” Silakan langsung tanya kepada Pak Kadis. Nanti baru saya yang menambahkan,” jawab Efendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Babel, Harrie Patriadi saat keluar dari ruangan penyidik langsung bergegas masuk kedalam mobil dinas jemputan yang sudah menunggu di lokasi parkir depan kantor Kejati Babel.

” Nanti saja, nanti masih dipanggil,” jawab Harrie sambari berlalu.

Kepada pers Babel, sebelumnya, Asisten Intelijen Kejati Babel, Johnny William Pardede membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan tim penyidik Intelijen terhadap ketiga pejabat Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Bangka tersebut.

” Benar ada tiga pejabat Dinas Tenaga Kerja kita panggil untuk dimintai keterangan. Saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” Pungkas Asisten Intelijen Kejati Babel kepada sejumlah pers Babel.

Dari penelusuran Pers Babel, pemeriksaan Harrie Patriadi Kadis Disnaker Babel, oleh jaksa terkait adanya laporan dugaan pungli di banyak perusahaan terkait perizinan faktor hazard. Yakni Secara umum terdapat 5 faktor bahaya K3 di tempat kerja, antara lain : faktor bahaya biologi(s), faktor bahaya kimia, faktor bahaya fisik atau mekanik, faktor bahaya biomekanik serta faktor bahaya sosial-psikologis.

Tidak hanya itu, diduga juga terkait penyimpangan PAD serta perjalanan dinas pejabat dan PNS selama ini.
(Sinyu Pengkal)