Disahkan UU MD3, Aktivis Prodem Tobat Nasuha di Depan Istana dan Menyesal Pilih Jokowi

242
Aktivis Prodem Tobat Nasuha di Depan Istana. Pasalnya, mereka kecewa kepada Presiden Jokowi terkait disahkan UU MD3 oleh MPR RI. (Foto: Dbs)

JAKARTA, Inspirasi Post – Disahkannya Undang-Undang (UU) Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3), sejumlah aktivis di depan Istana Negara menjadi lokasi tobat nasuha. Pasalnya, mereka kecewa karena pernah mendukung Jokowi sebagai Presiden RI.

Sejumlah polisi, mengawal jalannya demonstrasi yang digelar kelompok Pro Demokrasi atau Prodem tersebut. Puluhan aktivis itu, membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman pada pemerintahan Jokowi. “Antara lain berbunyi, “Bersihkan NKRI dari Antek-antek Neolib”, “Lindungi Buruh Indonesia, Stop Buruh Asing”, juga “Hapus UU ITE, UU MD3, UU Ormas”. Spanduk lain bertuliskan “Tolak UU Produk Haram Demokrasi” dan “Trisakti dan Nawacita Omong Kosong”.

Agus “Lenon” Edy Santoso yang menjadi salah satu orator mengucapkan terima kasih kepada polisi yang telah mengawal aksi mereka. Tinggal satu tahun lagi, 2019 dan kita akan menyongsong Presiden baru,” ujar Agus Lenon,Jumat (16/3/2018).

Agus Lenon lantas mengajak teman-temannya, untuk mengawal kehadiran Presiden baru Indonesia. “Dari semua janji-janji Jokowi adalah janji-janji palsu,” pungkasnya.

Lalu kepada aktivis Syafti “Ucok” Hidayat yang berdiri di sampingnya, Agus Lenon mengatakan, dukungan mereka kepada Jokowi di masa lalu terbukti salah. “Kita memang salah dulu Cok. Hari ini Cok, kita tobat nasuha,” demikian Agus Lenon. (Royuki/Dbs).
Editor: Purwadi

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)

 

BACA JUGA:  dr.Zam Zanariah Unggul Versi 'Polling Kita' Untuk Pilkada Bandar Lampung