Diduga JRO PASEK Drs KETUT WARKADEA,M.Si. Hendak Kabur Dari Permasalahan

46

Inspirasi Post || 27 April 2021

Buleleng , Kepala Desa Kubutambahan, Telah mengundang dalam rangka Mediasi yang ke Empat kalinya antara Jro Pasek Drs Warkadea, M.SI 

Pihak Teradu, ” Antara “

Ketut Paang Suci Wira Brata Yudha Ahli Waris Gede Putra Pihak Pengadu awal kepada Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng mediasi tentang mohon mengembalikan Setatus Hak Tanah Balai Banjar Adat Keje kanging , Desa Kubutambahan milik Ahli Waris Gede Putra ( almarhum ) telah di undang Mediasi 3 kali oleh Kepala Seksi Pengendalian dan Penangan Sengketa Kiarsyah Mirza Syahputra, Pihak Teradu Drs Warkadea,M.Si, dan Kelian Banjar Adat Kajekangin Gede Mudana, 3 X undangan mediasi di Kantor Kepala Desa tidak pernah di hadiri olehnya, dengan demikian Mediasi pertama Gagal, karena Mediasi tidak membuahkan hasil alias Gagal, dari Kepala Seksi Pengendalian dan Penanganan Sengketa, Kiarsyah Mirza Syahputra, menyarankan untuk memepuh jalur Hukum, Pidana mauipun Perdata

Setelah Pihak Pengadu Ketut Paang Suci Wira, Brata Yudha,SH., MH ahli waris, Gede Putra ( almarhum) tidak Puas dengan perilaku Teradu.

Selanjutnya Pengadu Memberikan Kuasa kepada Bidkum Poda Bali

Selanjutnya dari Kuasa Hukum, Ketut Paang Suci Wira Brata Yudha ahli waris Gede Putra memberikan somasi kepada Drs Ketut Warkadea,M.SI, setelah Somasi Diterima,

Drs Ketut Warkadea,M.Si. Melemparkan Bola Panas kepada Kelian Banjar Adat Kajekangin untuk menyelesaikan permasalahan Sengketa tanah Balai Banjar Kajekangin, sempat memanas di dalam Paruman Kerama Banjar Adat yg dihadiri oleh Camat Kubutambahan Kepala Desa Kubutambhan, Babin Polsek Kubutambahan serta Warga dan para tokoh Masyarakat Banjar Adat Kajekangin, Jro Pasek Ketut Warkadea di Undang tidak hadir tanpa alasan pada Akhinya Paruman Banjar tidak membuahkan hasil Gagal

Kelian Banjar Adat karena tidak ada yg mendukung dari Kerama Banjar, Mkelian Banjar Adat Gede Mudana tetap mempertahankan Sertipikat Desa Pakraman Kubutambahan, agar penyelesaian Nempuh Jalur Hukum kata Gede Mudana, selanjutnya Gede Mudana melaporkan hasil Paruman kapada Jro Pasek Ketut Warkadea bahwa Paruman Banjar tidak membuahkan hasil, Gagal, pada akhirnya Gede Mudana Jumat, 16 April 2021 menitipkan sertipikat milik Desa Pakraman Kubutambahan kepada Kepala Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana,

selanjutnya Kepada Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana mengundang, Jro Pasek Warkadea, Gede Mudana serata Ketut Paang Suci Wira Brata Yudha,SH MH

Untuk di Mediasi tentang Pengembalian sertifikat tersebut yang turut di undang antara lain ; Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buleleng, yang di hadiri oleh Kepala Sub Seksi Penanganan Sengketa, Konflik dan Perkara, Dimas Setiaji Widodo, S.H

Selain itu, Camat Kubutambahan, Kapolsek. kubutambahan Dan Ramil Kubutambahan

Undangan pada hari  Kamis 21 April 2021, Jam: 10: wita, Tepat di Aula Kantor Kepala Desa Kubutambahan,

Sebelumnya Para undangan datang di kantor Kepada Desa

Drs Ketut Warkadea, M.Si telah menunggu di Kantor Desa Adat Kubutambahan sekitar jarak dari Kantor kepala Desa kurang lebih 300 meter

Jro Pasek Warkadea duduk diruwangan kerja Ketua Pengawas LPD kubutambahan.

telah di ketahui oleh Kerama Desa Negak yg memantau ke beradaannya, Drs Ketut Warkadea, M.si

Setelah di Ketahui oleh Drs Ketut Warkadea, Para undangan semua pada hadir, Ketut Warkadea Kabur nyetir mobil sedan Plat Merah kearah timur menuju Air Sanih, tidak mau menghadiri undangan Mediasi yang diselenggarakan oleh Kepala Desa Kubutambahan Gede Pariadnyana,SH

Ketidak hadirannya Kelian Desa Adat Ketut Warkadea dalam Mediasi dan yang telah diSomasi oleh Bidkum Polda Bali, sebagai Pengacara Ketut Paang Suci Wira Brata Yudha, SH.,MH. ahli waris Gede Putra, almarhum. Jro Pasek Ketut Warkadea Patut di duga Melecehkan Pejabat Muspika Kecamatan Kubutambahan

serta Bidkum Polda Bali sebagai Pengacara Ketut Paang Suci Wira Brata Yudha, SH. MH. (Bud)

BACA JUGA:  Indonesia-Selandia Baru Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Investasi