Catatan FITRA Untuk Wakil Gubernur DKI yang ‘Baru’ Terpilih

276

Jakarta – Terpilih nya Riza Patria menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta , Menjadi catatan tersendiri dari berbagai elemen salah satu nya FITRA ( Forum Indonesia Untuk Tranparansi Anggaran ).

Misbah Hasan , Seknas FITRA mengatakan kepada awak media, Pertama tama FITRA mengucapkan selamat atas terpilihnya Bapak Riza Patria menjadi Wagub Provinsi DKI Jakarta.

” Ini menjadi tantangan wagub yang baru bergabung di tengah jalan adalah penyamaan persepsi dg Gubernur saat ini dalam menjalankan pemerintahan DKI ke depan, karena visi-misi tidak dibangun bersama.” urai aktivis yang dikenal kritis ini.

Misbah menambahkan, yang perlu dilakukan oleh gubernur dan Wagub adalah pembagian peran yang jelas, apalagi di tengah kondisi perekonomian yang mulai mengalami pelemahan karena covid-19. Wagub bisa mengambil alih komunikasi antara Pemda DKI dg Pemerintah Pusat yang kurang baik selama ini, sehingga antisipasi pelemahan ekonomi di DKI dan nasional bisa bersinergi, misalnya dalam kasus penanganan banjir, kemacetan, dan penanganan covid-19 saat ini, agar tidak sering berseberangan dg pemerintah pusat. Pak Riza Patria kan dari Gerindra yang saat ini sudah masuk pemerintahan Jokowi, ini yang musti diperankan lebih strategis.

” Kondisi kerja praksis gubernur saat ini kan lemah, ini yang harus ditutup dan diperankan oleh Wagub, misalnya, program social safety-net bagi warga DKI yang terdampak covid-19, Wagub bisa mengambil peran untuk memastikan program-program perlindungan sosial di DKI transparan dan tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebingungan dan chaos di tingkat masyarakat.” tegas misbah menjelaskan kepada media.

Kdi sektor ekonomi, Wagub bisa berperan lebih, misalnya meyakinkan para investor yang sudah masuk di DKI untuk tidak panik dan mencabut investasinya, memastikan tidak ada PHK karyawan akibat covid-19 ini, dan mencari sumber-sumber pendapatan lainnya di tengah kondisi ekonomi yang melemah. Dalam jangka panjang Wagub juga bisa membuat akselerasi kebijakan yang selama ini lambat ditangani, misalnya penanganan banjir, kemacetan, pengelolaan sampah, dll.
Meski saya kurang yakin, wagub akan diberi ruang yang leluasa untuk melakukan kerja-kerja tersebut. Apalagi masa periodesasi Anies Baswedan tidak lama lagi, hingga 2022. Begitu masuk tahun terakhir periode, pasti nuansa politiknya meninggi. Bisa jadi Wagub maju mencalonkan diri jadi gubernur berikutnya.

BACA JUGA:  Nahh ?!!, Di Duga Party Narkoba Protokol Bupati di Ringkus Aparat Kepolisian Polresta Bandar Lampung.

Misbah Sekjen FITRA