Bisnis Barang ‘Antikan’ di Indonesia Berpotensi ‘Maju’

223
Foto : Ilustrasi ( red )

Lampung – Barang-barang kuno atau lawas tak selamanya tak bermanfaat. Benda-benda yang mempunyai nilai sejarah atau mempunyai keunikan lain bisa dihargai lebih mahal dibanding barang baru.

Uniknya, makin banyak orang yang berminat untuk memiliki barang atau benda-benda unik ini. Mereka adalah para kolektor yang tak segan membayar barang yang diinginkan dengan harga fantastis.Bisnis barang antik, keuntungannya sangat menjanjikan.

Foto : Ilustrasi ( red )

Salah satu pelaku bisnis benda barang-barang antik yang saat ini bermukim di Lampung adalah Yudha Saputra, Pria yang lahir di ‘Tanah Lado’ ini, menekuni bisnis pada awalnya di Jakarta sekitar tahun 2010 an.

Pemilik ‘Retroback Artshop’ ini menuturkan,Awalnya adalah rasa senang serta menjadi ‘Semangat’ tersendiri ketika bisa mengkoleksi barang barang tersebut, lalu mulai belajar ‘otodidak’ serta berjuang hingga memiliki ‘brand’ sendiri serta beberapa koleksi.

” Pada awalnya adalah senang ketika bisa mengkoleksi barang lama atau kuno ini, Lalu saya belajar dengan kakak kandung yang hingga kini masih menjadi ‘Pemburu’ dan pedagang barang antik, hingga kini pun tetap belajar, kunci utama jaga silahturahmi dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia.” Ujar pria yang humoris ini.

Retroback Artshop – ‘ Antik,Retro & Vintage Shop’

Tujuan utama dalam memilih bisnis ini, mayoritas  karena ingin benda-benda bersejarah itu bisa dilestarikan.

“ Apalagi barang barang antik ini semakin lama semakin mahal dan tujuan utama adalah melestarikan barang barang ini dari kepunahan. Yang menarik ada peningkatan dalam rasio bisnis ini, dimana saat ini  kalangan muda atau ‘generasi millenia” ternyata kut ambil bagian dalam peta bisnis ini.” Tutup dia, saat ditemui di Retroback Artshop.

Faktor yang membuatnya mahal adalah karena kelangkaan barang, ada jenis barang tertentu seperti kain, lampu , porselen dan beberapa barang lainya, yang memang mempunyai angka penjualan sangat ‘Fantastis’.

BACA JUGA:  Heboh !! Napi Blok D1 Tewas Gantung Diri di Ruang Isolasi Lapas

Para pembeli benda-benda antik itu selain kolektor sebutan bagi para pecinta barang antik adalah galeri, art shop dan pihak-pihak yang sedang mendirikan museum.

Tak hanya dari Indonesia, para kolektor ini juga banyak yang berasal dari luar negeri.

‘Uniknya’ para pemilik  Gallery sebutan bagi tempat atau kios antikan ini dalam memperoleh barang-barang antik, yang didapagkan dari beberapa ‘Jaringan’  yang ada di seluruh Indonesia.

( Redaksi )