Asap Karhutla Dipastikan Tak Sebarkan ‘Polusi Asap’ Ke Negara Tetangga

49

JAKARTA – Data BMKG pukul 10.00 WIB terdeteksi ada _transboundary haze_, sedangkan pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul 14.00 WIB tidak terdeteksi lagi. Terlihat juga bahwa banyak _hotspot_ karhutla terdapat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat maupun di wilayah Serawak-Malaysia, sehingga _transboundary haze_ tersebut kemungkinan besar merupakan gabungan dari asap karhutla di kedua wilayah tersebut.

Sedangkan di wilayah Singapura dan Semenanjung Malaysia tidak terdeteksi asap lintas batas atau _transboundary haze_ dari Sumatera.

Pantauan _hotspot_/ titik api kategori sedang dan tinggi pada 7 September 2019 pukul 07.00 WIB di 6 provinsi prioritas adalah Riau 201 titik, Jambi 84 titik, Sumatera Selatan 126 titik, Kalimantan Barat 660 titik, Kalimantan Tengah 482 titik dan Kalimantan Selatan 46 titik.

Sedangkan pantauan _hotspot_ oleh LAPAN pada 8 September 2019 pukul 07.00 WIB, adalah Riau 85 titik, Jambi 127 titik, Sumatera Selatan 52 titik, Kalimantan Barat 782 titik, Kalimantan Tengah 544 titik dan Kalimantan Selatan 66 titik.

BNPB dan Pemerintah Daerah masih bekerja keras untuk memadamkan karhutla yang masih terjadi di beberapa tempat di Indonesia. Untuk 6 Provinsi prioritas BNPB menerjunkan 9.072 personil untuk patroli, sosialisasi, dan pemadaman darat, juga dikerahkan 37 pesawat untuk _water bombing_ dan patroli. Di Provinsi Riau dikerahkan juga pesawat untuk operasi teknologi modifikasi cuaca / hujan buatan.

( Red / Dha / IMO Indonesia / BNPB )

BACA JUGA:  Ratusan Juta , di Duga Hasil 'Jual Beli Jabatan' Bupati Kudus