Akibat Sungai Way Seputih Jebol, Banjir Dasyat Tewaskan 6 Warga Lamteng

881
Warga di bantu tim Badan Penanggulang Bencana Daerah ( BPBD) Lamteng, menemukan bocah dalam kondisi tewas akibat terbawa arus sungai wai seputih yang jebol.

Lampung Tengah, Inspirasi Post – Ribuan warga Kampung Sinar Banten, Kecamatan Bekri Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng) panik yang di sebabkan tanggul Sungai Way Seputih jebol dan 6 orang di nyatakan tewas terjebak banjir.

Enam orang diperkirakan meninggal akibat banjir pada Senin, 26 Februari 2018, yaitu empat di Bendosari, Kampung Komering Putih, Gunungsugih dan dua orang di Bekri, Lampung Tengah. Keenamnya akibat terjebak di dalam kendaraan. Salah seorang di antaranya bernama Iqbal, warga Srimulyo. “Ia hendak menolong sopir truk yang terjebak dalam arus sungai.

Ribuan rumah warga terendam banjir, di sebabkan tangul penangkis wai sepitih jebol.

Sekretaris Badan Penanggulang Bencana Daerah ( BPBD) Lamteng, M. Juniar memgatakan, banjir terjadi dikarenakan tanggul penangkis tidak mampu menahan luapan air sungai way seputih. “Banjir tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya. Banjir ini karena luapan air sungai way seputih. Banjir kali ini merendam 124 rumah di Kampung Goras Jaya ‎dan 15 rumah di kampung Sinar Banten.”Total warga yang terkena musibah banjir ada sekitar 561 jiwa,” kata Juniar.

Lanjut Juniar menambahkan, BPBD sudah melakukan langkah cepat berkoordinasi dengan Bulog. “Ia menjekaskan melalui bulog pihaknya akan memberikan bantuan beras sebanyak 1 ton. Selain itu kata Juniar di lokasi banjir juga sudah dibangun tenda-tenda darurat. “Kita sudah koordinasi dengan bulog. Kita siapkan 1 ton beras untuk masyarakat yang terkena banjir.

Menurutnya, tenda darurat juga sudah dibangun dilokasi banjir. Selain banjir, lanjut Juniar bencana alam angin puting beliung juga terjadi di Kecamatan Bekri, tepatnya di Kampung Kusuma Jaya dan Sinar Banten. Sedikitnya 6 rumah rusak di kampung Kusuma Jaya dan 8 rumah di kampung Sinar Banten.

Juniar menghimbau kepada seluruh masyarakat Lamteng ‎untuk selalu waspada akan banjir dan puting beliung.”Harus selalu waspada terlebih masyarakat yang dekat dengan aliran way seputih. Karena tidak menutup kemungkinan banjir susulan akan kembali terjadi,” tutupnya.

BACA JUGA:  KPK Masih Periksa Anggota DPR RI dan 8 Orang yang Kena OTT

Dari hasil informasi, warga menyelamatkan penumpang lain, di antaranya Tukijo, Tubi, keduanya warga Sinar Banten Bekri, dan anggota polpos Rifat. Adapun warga yang meninggal pada pagi harinya di Bendosari, di sebabkan mobil Kijang Kapsul BE 2331 H terjebak banjir dan terbawa arus di jalan Lintas Tengah Sumatera.

Pengemudi, Supangat, usia 61 tahun, warga Bendosari, meninggal. Demikian juga isterinya, Warsinem, usia 58 tahun, cucu mereka Talita, usia 4 tahun. Dua lainnya diselamatkan warga, di antaranya Palupi, usia 11 tahun. Namun seorang lagi meninggal pada Senin Siang.

(Editor: Purwadi/Red)

Purwadi Ardi (Pimpinan Redaksi)