Ada Apa ?!, Empat Petugas Periksa Mobil Menko Maritim

560
Menko Maritim Indonesia ( Luhut Binsar Panjaitan )

Jakarta , Inspirasi Post

Kantor Kementerian Koordinator Maritim mengalami kehebohan,  dengan peristiwa yang  diluar dugaan dilakukan oleh empat petugas yang tanpa disangka memeriksa mobil milik Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman , Luhut Binsar Panjaitan. Hal tersebut tentunya menimbulkan suasana gaduh, dikarenakan pemeriksaan tersebut tanpa melalui prosedural yang lazim dilakukan terhadap pejabat sekelas Menteri Negara.

Seorang petugas tampak menggeledah mobil sekitar 15 menit, mulai pukul 10.54 WIB. Sementara tiga orang lainnya berjaga-jaga di depan pintu mobil dan berdiri tidak jauh dari kendaraan. Setelah selesai memeriksa mobil berplat RI 19, mereka masuk ke dalam gedung kantor dengan membawa tiga kotak hitam.

Saat wartawan bertanya kepada petugas, mereka enggan menyebutkan identitas. Bahkan mereka melarang para wartawan mengambil foto kegiatan mereka.

Menurut Tenaga Ahli Bidang Politik dan Media Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Atmadji Sumarkidjo , saat di wawancarai oleh Wartawan pada, selasa 06/2 lalu, mengatakan ,

” Keempat orang yang memeriksa mobil dinas Luhut berasal dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). “Mereka tim dari BSSN,” jelasnya.

” Petugas dari BSSN memeriksa mobil dinas Luhut sebagai upaya pengamanan. Hal ini dilakukan mencegah kemungkinan penyadapan terhadap Luhut. “Mengamankan mobil dinas beliau dari kemungkinan penyadapan,” Atmadji menambahkan.

Disisi Lain, Kepala Biro Humas Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Djoko Hartoyo,

“Petugas BSSN memeriksa potensi penyadapan atas permintaan kementerian. Bukan hanya untuk kepentingan kementerian, namun juga tamu negara. Alasannya demi menjaga keamanan. ” jelasnya.

“Ketika ada Perdana Menteri Skandinavia, Denmark, Norwegia datang ke sini, pasukan Paspampres dan BSSN melakukan standar sama dengan istana,” Tambah Djoko.

Selain memeriksa kendaraan Luhut, petugas juga diminta memeriksa kantor kementerian secara keseluruhan. “Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ditemukan penyadapan,” Tutupnya. ( KD / Dha )

BACA JUGA:  Jelang Deklarasi DPW HPI Lampung 'Prioritaskan' UKW dan Bantuan Hukum ' Gratis ' Untuk Wartawan